Joakim Umgradius Nahas, Lurah Nefo Naek Perkuat Ekonomi Warga, UMKM dan Bank Sampah di Tingkatkan

 



INDONESIA PEMBAHARUAN,KOTA KUPANG –(Kamis,21 Oktober 2026 )-Kelurahan Nefo Naek Kota Kupang, terus berupaya mendorong peningkatan ekonomi masyarakat melalui penguatan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), pengelolaan dana bergulir, serta pengembangan bank sampah sebagai salah satu inovasi pengelolaan lingkungan berbasis masyarakat.


Joakim Umgradius  Nahas Lurah Nefo Naek menjelaskan, kondisi ekonomi masyarakat di wilayahnya cukup beragam. Warga terdiri dari kalangan pegawai, pelaku usaha, hingga masyarakat yang menjalankan usaha kecil secara mandiri. 


Di jelaskan lagi bahwa untuk kelurahan Nefo naek Sejumlah UMKM telah beroperasi, meskipun masih menghadapi tantangan permodalan di tengah kondisi ekonomi yang belum sepenuhnya pulih.


Menurutnya, sebagian pelaku usaha masih mengandalkan modal sendiri untuk menjalankan kegiatan usahanya. Karena itu, pihak kelurahan terus berupaya mencari peluang bantuan dan dukungan permodalan agar UMKM dapat berkembang serta meningkatkan pendapatan masyarakat.



Dalam upaya memperkuat ekonomi warga, Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) bersama pihak kelurahan terus mendorong pengelolaan dana bergulir agar dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan.


Ia mengungkapkan, sebagian warga telah memanfaatkan pinjaman dana bergulir untuk mendukung kebutuhan usaha. Namun, pengembalian pinjaman masih menjadi tantangan, terutama sejak masa pandemi COVID-19.


Pihak kelurahan bersama LPM dan tim pengelola telah melakukan pendataan serta verifikasi terhadap peminjam, termasuk mengidentifikasi warga yang lancar melakukan pengembalian dan mereka yang masih memiliki tunggakan.


Besaran pinjaman yang diberikan kepada warga bervariasi, mulai dari Rp5 juta hingga Rp20 juta, sesuai dengan ketentuan yang berlaku.


Menurutnya, kedisiplinan dalam mengembalikan pinjaman menjadi faktor penting agar dana tersebut dapat terus berputar dan dimanfaatkan oleh masyarakat lainnya. Dengan pengembalian yang lancar, peluang warga untuk memperoleh pinjaman berikutnya juga dapat meningkat.. 


Pendataan yang dilakukan di tingkat lingkungan diharapkan membantu pengelola memastikan penyaluran dan pengembalian dana berjalan lebih tertib.


Sementara itu, untuk mekanisme pengguliran dana berikutnya, LPM mulai membagikan formulir permohonan kepada calon peminjam. Namun, proses tersebut masih menunggu petunjuk lebih lanjut, terutama berkaitan dengan persyaratan jaminan yang harus diserahkan.




Selain penguatan ekonomi melalui UMKM dan dana bergulir, Kelurahan Nefo Naek juga mengembangkan bank sampah yang kini menjadi salah satu contoh pengelolaan sampah berbasis masyarakat di Kota Kupang.


Bank sampah tersebut melayani penimbangan sampah yang dikumpulkan warga. Bahkan, sejumlah warga dari kelurahan lain turut membawa sampah ke lokasi tersebut untuk ditimbang.


Pengelolaan bank sampah ini dinilai berpotensi meningkatkan nilai ekonomi sampah sekaligus membangun kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kebersihan lingkungan.


Pihak kelurahan juga tengah mempersiapkan penerapan sistem digital dalam pengelolaan bank sampah. Sosialisasi kepada pengurus telah dilakukan bersama pihak terkait agar pencatatan dan pemantauan sampah dapat berjalan lebih transparan.


Melalui sistem digital tersebut, masyarakat nantinya diharapkan dapat mengetahui jumlah sampah yang telah ditimbang, termasuk sampah plastik dan jenis sampah lainnya.


Inovasi ini diharapkan membuat pengelolaan bank sampah semakin tertib, mudah dipantau, serta dapat menjadi inspirasi bagi kelurahan lain yang ingin mengembangkan program serupa.



Dalam bidang infrastruktur, pihak kelurahan menyebutkan bahwa penerangan jalan di wilayah Nefo Naek secara umum telah berfungsi dengan baik. Meski demikian, masih terdapat beberapa titik lampu jalan yang memerlukan perbaikan.


Pekerjaan drainase juga sedang dilakukan di sejumlah titik, termasuk di sekitar RT 5, RT 17, dan kawasan dekat SD 18, . (Novie)