INDONESIA PEMBAHARUAN,KOTA KUPANG – Pemerintah Kota Kupang melalui Dinas Pertanian terus mendorong peningkatan ekonomi petani melalui berbagai program bantuan benih, pupuk, sarana produksi pertanian, serta pengembangan hortikultura dan peternakan. Upaya ini dilakukan untuk membantu petani menghadapi tantangan perubahan iklim dan kondisi ekonomi nasional yang belum stabil.
Hingga Oktober 2026, anggaran Dinas Pertanian Kota Kupang tercatat sebesar Rp11.529.004.876, dengan realisasi 62,66 persen. Berbagai program bantuan diarahkan untuk mendukung produktivitas pertanian, memperkuat usaha kelompok tani, dan menjaga keberlanjutan ekonomi masyarakat.
Kepala Dinas Pertanian Kota Kupang Matheus A.B.H. Da Costa, S.Sos., M.Si. menjelaskan , bantuan yang disalurkan mencakup pengembangan tanaman cabai dan tomat, bantuan peternakan ayam, serta penyediaan sarana produksi pertanian. Program tersebut diharapkan dapat membantu petani mempertahankan produksi, mengurangi beban biaya usaha, dan meningkatkan pendapatan keluarga.
Di tengah perubahan pola cuaca yang memengaruhi ketersediaan air serta risiko gagal panen, dukungan pemerintah menjadi salah satu langkah untuk memperkuat ketahanan usaha pertanian. Kondisi ekonomi nasional yang belum stabil juga menjadi tantangan bagi petani, terutama terkait biaya produksi dan keberlanjutan usaha.
Karena itu, Dinas Pertanian Kota Kupang mendorong peningkatan bantuan benih, pupuk, dan sarana produksi pertanian agar petani dapat terus mengembangkan usaha mereka. Selain bantuan, pengelolaan air dan perlindungan lahan pertanian juga menjadi perhatian penting untuk menjaga produktivitas dalam jangka
Di bidang hortikultura, pemerintah memberikan bantuan melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) untuk Program Kawasan Cabai kepada tiga kelompok tani. Bantuan tersebut tersebar di Kelurahan Fatukoa sebanyak dua kelompok dan Kelurahan Naioni satu kelompok, dengan luas masing-masing satu hektare atau total tiga hektare.
Selain itu, melalui bantuan APBD Provinsi Nusa Tenggara Timur, terdapat bantuan pengembangan tanaman tomat seluas satu hektare untuk satu kelompok tani serta tanaman cabai seluas dua hektare.
Bantuan hortikultura tersebut diberikan dalam bentuk barang, meliputi bibit, mulsa, dan pupuk untuk mendukung kegiatan budidaya petani.
Sementara itu, di bidang peternakan, Kementerian Pertanian melalui APBN memberikan bantuan kepada 10 kelompok yang tersebar di sejumlah kelurahan, yakni Sikumana, Fatukoa, Naioni, Kolhua, Bakunase, Manulai II, dan Penkase Oeleta.
Bantuan tersebut berupa 6.000 ekor ayam, pakan, kandang, obat-obatan, serta tempat makan dan minum. Program ini diharapkan dapat mendukung pengembangan usaha peternakan masyarakat dan meningkatkan produktivitas kelompok penerima bantuan.
Di bidang prasarana dan sarana pertanian (PSP), Dinas Pertanian Kota Kupang juga mencatat adanya penyesuaian alokasi pupuk bersubsidi.
Alokasi pupuk urea yang semula 650 ton mengalami penyesuaian menjadi 500 ton. Sementara itu, alokasi pupuk NPK yang awalnya 750 ton mengalami beberapa kali penyesuaian, menjadi 500 ton dan kemudian 310 ton.
"Salah satu tantangan utama sektor pertanian di Kota Kupang adalah alih fungsi lahan dan keterbatasan air.iBerdasarkan data yang disampaikan, selama periode 2021–2025, alih fungsi lahan pertanian mencapai 162.370 meter persegi atau setara dengan 16,237 hektare.iKondisi tersebut menjadi perhatian karena ketersediaan lahan dan air merupakan faktor penting dalam menjaga keberlanjutan kegiatan pertanian, terutama di wilayah yang menghadapi keterbatasan sumber daya air, "ujar Matheus.
Di tambahkannya lagi bahwa Untuk mendukung petani menghadapi berbagai kendala tersebut, Dinas Pertanian Kota Kupang mendorong peningkatan bantuan benih, pupuk, dan sarana produksi pertanian lainnya.Bantuan itu diharapkan dapat membantu petani menekan biaya produksi, meningkatkan produktivitas tanaman, serta memperkuat keberlanjutan usaha pertanian di Kota Kupang.
"Melalui dukungan program hortikultura, peternakan, dan penyediaan sarana produksi, pemerintah daerah diharapkan mampu memperkuat sektor pertanian sebagai salah satu penopang ekonomi masyarakat, namun, upaya peningkatan produksi juga perlu diimbangi dengan pengendalian alih fungsi lahan dan penanganan persoalan air agar potensi pertanian Kota Kupang dapat terus dikembangkan,"tutup Matheus .(Novie)
