INDONESIA PEMBAHARUAN, KOTA KUPANG - Keluarga almarhum Gustaf Nabuasa mendesak Polres Timor Tengah Selatan (TTS) mengusut tuntas seluruh rangkaian peristiwa yang berujung pada kematian Gustaf di Desa Bena, Kecamatan Amanuban Selatan, pada 3 Juni 2026.
Kakak kandung korban, Abner Nabuasa, menilai penetapan Leonard Nabuasa alias LA sebagai tersangka tunggal dan persidangan yang sedang berlangsung di Pengadilan Negeri TTS belum menjawab seluruh pertanyaan keluarga terkait peristiwa tersebut.
Dalam keterangan kepada awak media di Lasiana, Kota Kupang, Sabtu (25/10/2026), Abner meminta penyidik mendalami dugaan ancaman sebelum kejadian, penghadangan truk proyek, mobilisasi massa, serta kemungkinan keterlibatan pihak lain.
“Kami ingin penegak hukum menggali persoalan ini sampai tuntas agar memberikan rasa keadilan. Jangan hanya berhenti pada satu orang jika memang ada pihak lain yang terlibat,” tegas Abner.
Ia mengungkapkan, keluarga menerima informasi mengenai dugaan pertemuan sebelum kejadian yang diduga berkaitan dengan rencana tindakan terhadap Gustaf. Keluarga juga menyoroti dugaan penghadangan truk pengangkut material proyek irigasi dan percetakan sawah baru di Desa Bena.
Menurut Abner, seluruh informasi tersebut perlu diuji melalui pemeriksaan saksi, bukti komunikasi, rekaman video, serta keterangan pihak-pihak yang berada di lokasi. Ia menegaskan, dugaan keterlibatan pihak lain tidak boleh disimpulkan tanpa pembuktian.
Keluarga juga meminta polisi menelusuri dugaan ancaman yang disebut telah diterima Gustaf, Charles Nabuasa, dan Abner sejak Februari 2026. Abner mengaku telah mendatangi Polsek Amanuban Selatan bersama Gustaf dan sejumlah pihak pada 14 Maret 2026 untuk menyampaikan persoalan ancaman tersebut.
Selain itu, keluarga meminta penyidik mendalami kemungkinan kaitan antara konflik lahan, pelaksanaan proyek pemerintah, dan penghadangan truk sebelum peristiwa penganiayaan. Namun, keluarga mengakui hubungan persoalan lahan dengan kematian Gustaf masih perlu dibuktikan.
Abner juga menyoroti rekaman video yang menurut keluarga memperlihatkan Leonard mengambil kayu atau patok dan memukul Gustaf. Dalam keterangan keluarga, korban kembali dipukul di bagian belakang kepala setelah pukulan pertama membuatnya terjatuh.
Karena itu, keluarga meminta rekaman diperiksa secara menyeluruh untuk memastikan urutan kejadian dan tindakan masing-masing orang di lokasi.
“Kami tidak ingin menuduh siapa pun tanpa bukti. Tetapi semua informasi dan nama yang relevan harus diperiksa secara profesional,” ujarnya.
Keluarga berharap penyidik menindaklanjuti seluruh bukti dan keterangan yang telah disampaikan agar perkara kematian Gustaf Nabuasa dapat terungkap secara menyeluruh dan memberikan kepastian hukum.(**)
