Di Tengah Gempa Susulan, PLN Perketat K3: Keselamatan Pekerja Jadi Prioritas Utama




INDONESIA PEMBAHARUAN,LABUAN BAJO – Gempa susulan yang masih mengguncang sejumlah wilayah Flores tak menyurutkan langkah petugas PLN menjaga keandalan listrik bagi masyarakat. Namun, di tengah kondisi alam yang belum sepenuhnya stabil, keselamatan pekerja menjadi perhatian utama.


PT PLN (Persero) Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Flores Bagian Barat memperkuat penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) dengan memastikan kesiapan personel, peralatan kerja, serta Alat Pelindung Diri (APD) sebelum petugas turun ke lapangan.


Komitmen tersebut ditandai melalui Gelar Peralatan Kick Off KHS 2026 Pekerjaan Konstruksi Jaringan Distribusi yang berlangsung di Labuan Bajo, Kamis (3/9/2026).


Kegiatan ini menjadi bagian penting dalam penerapan standar keselamatan melalui Contractor Safety Management System (CSMS) yang diterapkan dalam seluruh pekerjaan PLN dan mitra kerja. Mulai dari pembangunan dan pemeliharaan jaringan, pelayanan pasang baru, hingga pengembangan program Listrik Desa (Lisdes), aspek keselamatan menjadi standar yang tidak dapat ditawar.


Momentum tersebut juga bertepatan dengan semangat Hari Pelanggan Nasional 2026. Bagi PLN, pelayanan terbaik bukan hanya soal memastikan listrik tetap menyala, tetapi juga memastikan setiap petugas yang bekerja di balik keandalan tersebut dapat pulang dengan selamat.


Manager PLN UP3 Flores Bagian Barat, Eki Putra, mengatakan kondisi Flores yang masih menghadapi gempa susulan membutuhkan kewaspadaan ekstra. Perubahan kontur tanah, akses jalan, maupun kondisi lingkungan dapat terjadi sewaktu-waktu dan meningkatkan risiko pekerjaan.


“Kondisi alam kita saat ini sedang tidak biasa. Gempa susulan yang masih sering terjadi bisa menggeser kontur tanah atau memutus akses jalan secara tiba-tiba. Di tengah situasi yang dinamis ini, petugas tidak boleh berasumsi bahwa lokasi selalu aman,” ujar Eki.


Menurutnya, asesmen risiko harus dilakukan di setiap lokasi sebelum pekerjaan dimulai. Kelayakan peralatan dan kedisiplinan dalam menggunakan APD menjadi bagian penting untuk memastikan pekerjaan berlangsung aman.


“Senjata utama petugas adalah kelayakan peralatan kerja dan kedisiplinan APD. Pastikan semuanya lengkap dan aman sebelum pekerjaan dieksekusi,” tegasnya.


Penegasan serupa disampaikan General Manager PLN Unit Induk Wilayah (UIW) NTT, F. Eko Sulistyono. Ia menegaskan, keandalan pelayanan kepada pelanggan harus berjalan beriringan dengan perlindungan terhadap keselamatan pekerja.

“Hari Pelanggan Nasional menjadi momentum bagi PLN untuk terus memperkuat pelayanan kepada masyarakat. Namun, pelayanan yang andal harus dibangun di atas proses kerja yang selamat,” kata Eko.


Dalam kondisi Flores yang masih dibayangi gempa susulan, Eko meminta seluruh petugas dan mitra kerja tidak mengambil risiko apabila kondisi lapangan berubah dan berpotensi membahayakan.

“Jika kondisi lapangan berubah dan berpotensi membahayakan, jangan ragu untuk menghentikan pekerjaan sampai situasi benar-benar aman. Hanya dengan pekerja yang selamat, PLN dapat terus menerangi negeri,” tegasnya.


Dari sisi operasional proyek dan pengembangan infrastruktur kelistrikan di wilayah pedesaan, Manager PLN UP2K Flores, Reza Eka Putra, menekankan pentingnya membangun budaya keselamatan sebagai kebiasaan dalam setiap pekerjaan.


Menurut Reza, kegiatan gelar peralatan menjadi salah satu tahapan untuk memastikan seluruh perlengkapan yang digunakan pekerja memenuhi standar keselamatan.

“APD seperti helm, sepatu keselamatan, sarung tangan, hingga body harness adalah pelindung nyawa. Penggunaannya harus disesuaikan dengan spesifikasi pekerjaan, baik dalam pemeliharaan jaringan maupun penarikan kabel Lisdes di wilayah pelosok,” jelas Reza.


Ia juga mendorong seluruh petugas untuk membangun budaya saling mengingatkan di lapangan. Menurutnya, keselamatan bukan hanya menjadi tanggung jawab individu, tetapi merupakan tanggung jawab bersama.


Sebagai bentuk antisipasi terhadap risiko yang dapat muncul sewaktu-waktu, PLN juga menerapkan prinsip Stop Work Authority, yakni memberikan kewenangan kepada pekerja untuk menghentikan pekerjaan apabila menemukan kondisi yang dinilai tidak aman.


Gempa susulan, perubahan medan, cuaca ekstrem, maupun potensi bahaya lainnya menjadi alasan yang cukup bagi petugas untuk menghentikan pekerjaan sementara hingga kondisi dinyatakan aman.


Langkah tersebut menegaskan bahwa bagi PLN, menjaga keandalan listrik tidak boleh mengorbankan keselamatan manusia.


Di balik listrik yang tetap menyala dan pelayanan yang terus berjalan, ada para pekerja yang menghadapi berbagai risiko di lapangan. Karena itu, di tengah situasi Flores yang masih diguncang gempa, PLN menegaskan satu prinsip: pelayanan terbaik kepada pelanggan harus dimulai dari memastikan setiap pekerja bekerja dan pulang dalam keadaan selamat.(**)