INDONESIA PEMBAHARUAN, FLORES – Bencana boleh mengubah banyak hal, tetapi tidak boleh memutus tali persaudaraan. Semangat itulah yang ditunjukkan PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Nusa Tenggara Timur (UIW NTT) bersama Persatuan Istri Karyawan dan Karyawati (PIKK) UIW NTT dengan menyambangi para purnakarya PLN yang terdampak bencana di Pulau Flores.


Sebanyak 83 paket sembako disalurkan secara bertahap pada 21 dan 26 Agustus 2026 ke sejumlah titik di Flores. Bantuan tersebut menjadi bagian dari upaya PLN untuk meringankan beban para mantan pegawai dan keluarganya yang tengah menjalani masa pemulihan pascabencana.


Kegiatan sosial ini merupakan hasil kolaborasi antara program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PLN UIW NTT, PIKK UIW NTT, PLN UP3 Flores Bagian Barat, PLN UP3 Flores Bagian Timur, serta Ikatan Keluarga Pensiunan Listrik Negara (IKPLN) Flores.


General Manager PLN UIW NTT, F. Eko Sulistyono, mengatakan perhatian kepada purnakarya bukan sekadar bentuk kepedulian sosial, tetapi juga bagian dari nilai kekeluargaan yang terus dijaga di lingkungan PLN.


Menurutnya, para purnakarya memiliki peran penting dalam perjalanan panjang PLN hingga mampu memberikan pelayanan seperti saat ini.

“Purnakarya adalah bagian tak terpisahkan dari perjalanan PLN. Apa yang kita capai hari ini berdiri di atas fondasi dedikasi para senior. Saat saudara-saudara kita terdampak bencana, sudah menjadi tanggung jawab moral dan ikatan kekeluargaan kami untuk hadir menguatkan mereka di masa pemulihan,” ujar Eko.


Ia menegaskan, hubungan antara pegawai aktif dan purnakarya tidak berakhir ketika masa tugas seseorang selesai. Ikatan tersebut tetap dirawat melalui semangat gotong royong, kepedulian dan solidaritas.


Senada dengan itu, Ketua PIKK PLN UIW NTT, Ny. Endang Eko Sulistyono, menyebut bantuan tersebut sebagai bentuk penghormatan kepada para purnakarya yang telah mengabdikan tenaga dan pikirannya bagi PLN.

“Bantuan ini adalah simbol penghormatan atas jasa-jasa mereka sekaligus bukti nyata bahwa PLN tidak pernah melupakan fondasi pelayanan yang telah dibangun oleh para senior,” tuturnya.


Ia berharap bantuan tersebut tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan pokok, tetapi juga memberikan kekuatan moral bagi para purnakarya dan keluarga dalam melewati masa pemulihan.

“Kami hadir membawa bantuan pokok dan semangat pemulihan agar para purnakarya beserta keluarga merasa selalu didampingi oleh keluarga besar PLN,” tambahnya.


Datang Langsung, Bukan Sekadar Mengirim Bantuan

Penyaluran bantuan dilakukan secara langsung dengan melibatkan unit-unit PLN di wilayah setempat. Cara ini dilakukan selain untuk memastikan bantuan tepat sasaran, juga menjadi kesempatan bagi pegawai aktif untuk kembali bertemu dan bersilaturahmi dengan para senior mereka.


Manager PLN ULP Ende, Gde Eka Saputra Darmayudha, mengatakan kunjungan langsung ke kediaman para purnakarya memberikan pengalaman emosional tersendiri bagi pegawai.

“Dahulu para senior berada di garda terdepan melayani masyarakat. Kini saatnya kami yang hadir memberikan dukungan. Momen ini bukan sekadar penyerahan bantuan, melainkan ruang untuk mempererat tali silaturahmi emosional,” ungkapnya.


Bagi para purnakarya, kehadiran langsung jajaran PLN menjadi pesan bahwa mereka masih menjadi bagian dari keluarga besar perusahaan.


Ketua IKPLN Flores, Petrus Fii, menyampaikan apresiasi atas perhatian yang diberikan PLN dan PIKK UIW NTT. Ia mengatakan, kunjungan tersebut memberi dorongan moral bagi para pensiunan yang sedang menghadapi kondisi sulit akibat bencana.

“Ada rasa haru dan bahagia saat kami didatangi dan diperhatikan secara langsung. Dukungan ini menjadi energi positif bagi kami para pensiunan untuk bangkit melewati masa pemulihan,” kata Petrus.


Sebanyak 83 paket bantuan disalurkan berdasarkan hasil verifikasi data dan mempertimbangkan kondisi akses geografis di wilayah terdampak. Langkah tersebut dilakukan agar bantuan dapat diterima oleh para purnakarya yang membutuhkan.


Bagi PLN UIW NTT, bantuan ini bukan hanya tentang paket sembako. Lebih dari itu, aksi tersebut menjadi pengingat bahwa pengabdian tidak mengenal batas usia maupun masa kerja.


Para purnakarya pernah berada di garis depan memberikan pelayanan kepada masyarakat. Kini, ketika sebagian dari mereka menghadapi masa sulit akibat bencana, keluarga besar PLN memilih untuk hadir dan berjalan bersama.

Semangat itulah yang membuat ikatan antara PLN dan para purnakarya tetap terjaga—dari generasi ke generasi, dalam suka maupun duka. (**)