Sampah Plastik Bisa Jadi Uang, Bank Sampah Dorong Ekonomi Warga Kota Kupang

 



INDONESIA PEMBAHARUAN, KOTA KUPANG – Sampah plastik yang selama ini dianggap tidak bernilai ternyata dapat menghasilkan uang jika dikelola dengan baik. Melalui program bank sampah, masyarakat Kota Kupang memiliki peluang untuk memperoleh penghasilan tambahan sekaligus menjaga kebersihan lingkungan.


Sejumlah kelurahan di Kota Kupang yang telah memiliki bank sampah dapat menjadi contoh bagi wilayah lain. Warga didorong mengumpulkan sampah plastik, memilahnya sesuai jenis, kemudian membawanya ke bank sampah untuk ditimbang. Sampah yang memenuhi ketentuan akan dihargai sesuai berat dan harga yang berlaku.


Program ini tidak hanya membantu mengurangi sampah yang berakhir di lingkungan, tetapi juga menumbuhkan kesadaran bahwa sampah memiliki nilai ekonomi apabila dikelola secara tepat.


Karena itu, masyarakat perlu mengetahui dan memanfaatkan keberadaan bank sampah sebagai salah satu cara sederhana untuk menambah penghasilan keluarga. Kebiasaan memilah sampah dari rumah dapat menjadi langkah awal membangun lingkungan yang bersih sekaligus produktif.


Pemerintah Kota Kupang melalui Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) terus mendorong keterlibatan masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan.


Sekretaris DLHK Kota Kupang, Achmad Likur, S.Sos., MM, yang mewakili Kepala DLHK, sebelumnya menyampaikan bahwa program kebersihan merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk mengubah citra Kota Kupang hal ini  di sampaikan  kepada media ini saat wawancara Senin,19 oktober 2026 diruang kerjanya. 


Achmad menjelaskan bahwa Kota Kupang pernah masuk dalam daftar lima kota terkotor di Indonesia pada 2019. Kondisi tersebut menjadi dorongan bagi pemerintah untuk memperkuat berbagai program kebersihan dengan melibatkan masyarakat.


Pemerintah, menurutnya, berkomitmen agar Kota Kupang tidak lagi dikenal dengan citra sebagai kota yang kotor. Komitmen tersebut perlu diwujudkan melalui tindakan nyata, mulai dari menjaga kebersihan lingkungan, mengurangi sampah, hingga membangun kebiasaan memilah sampah dari rumah.


Keberadaan bank sampah dapat menjadi salah satu solusi untuk mendukung upaya tersebut. Jika masyarakat aktif mengumpulkan dan menyetorkan sampah plastik, volume sampah yang dibuang sembarangan dapat dikurangi, sementara warga berpeluang mendapatkan manfaat ekonomi.


Dengan demikian, menjaga kebersihan bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga gerakan bersama masyarakat. Sampah yang dipilah dan dikelola dengan baik bukan sekadar mengurangi pencemaran, melainkan dapat menjadi sumber penghasilan bagi warga Kota Kupang.(Novie)