INDONESIA PEMBAHARUAN, KOTA KUPANG – Usaha tenun dan pertanian menjadi salah satu sumber penggerak ekonomi masyarakat Kelurahan Manulai II, Kota Kupang. Potensi tersebut perlu terus dikembangkan agar mampu meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan warga.
Lurah Manulai II, Wilhelmus Tuan, SP, dalam wawancara dengan media ini senin 19 oktober 2026 di ruang kerjanya menjelaskan bahwa jumlah RT 24 dengan RW 8 rata rata masyarakat setempat masih mengandalkan usaha tenun dan pertanian sebagai mata pencaharian. Kedua sektor ini memiliki potensi untuk mendukung pertumbuhan ekonomi keluarga apabila mendapat perhatian dan dukungan yang memadai.
Selain pengembangan ekonomi, pembangunan infrastruktur juga menjadi perhatian pemerintah kelurahan. Salah satu persoalan yang dihadapi warga adalah bencana longsor yang kerap terjadi di sejumlah wilayah, khususnya pada beberapa RT dari RT 1 hingga RT 5.
Kondisi tersebut menjadi perhatian karena berpotensi mengancam keselamatan dan kenyamanan masyarakat, terutama warga yang bermukim di sepanjang tepian daerah rawan longsor.
Karena itu, Wilhelmus berharap Pemerintah Kota Kupang dapat memberikan perhatian dan bantuan kepada masyarakat Manulai II, terutama warga yang tinggal di kawasan rawan longsor.
Menurutnya, penanganan wilayah rawan longsor perlu menjadi prioritas agar masyarakat dapat tinggal dengan lebih aman dan terhindar dari risiko bencana.
Selain penanganan longsor, pembangunan dan perbaikan jalan juga diharapkan mendapat perhatian pemerintah. Infrastruktur jalan yang memadai sangat penting untuk menunjang mobilitas warga, memperlancar aktivitas pertanian, serta mendukung pemasaran hasil tenun dan produk pertanian masyarakat.
Dengan dukungan pembangunan infrastruktur yang memadai serta pengembangan potensi ekonomi lokal, Kelurahan Manulai II diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi warga sekaligus meningkatkan kualitas hidup masyarakat.(Novie)
