Lemhannas Puji Inovasi Kegawatdaruratan Kota Kupang, “Jangan Ada Nyawa Hilang karena Administrasi”




INDONESIA PEMBAHARUAN,JAKARTA — Inovasi Pemerintah Kota Kupang dalam menangani pasien kegawatdaruratan mendapat apresiasi tinggi dari Lembaga Ketahanan Nasional Republik Indonesia (Lemhannas RI). Program yang diterapkan di RSUD S.K. Lerik itu bahkan didorong untuk dikembangkan menjadi inovasi nasional dan direplikasi di rumah sakit daerah lainnya di Indonesia.


Apresiasi tersebut disampaikan dalam Kursus Pemantapan Pimpinan Daerah (KPPD) Angkatan IV Tahun 2026 yang berlangsung di Jakarta, 2–12 September 2026.


Wali Kota Kupang dr. Christian Widodo menjadi salah satu peserta yang mendapat kesempatan mempresentasikan inovasi pemerintahannya dalam rangkaian penutupan KPPD di Aula Dwiwarna, Gedung Panca Gatra Lemhannas RI.


Dalam presentasinya, Christian memaparkan inovasi kegawatdaruratan dengan dukungan anggaran sekitar Rp3 miliar. Program tersebut diperkuat dengan command center sebagai instrumen pengambilan keputusan agar penanganan pasien dalam kondisi kritis dapat dilakukan lebih cepat, terintegrasi, dan tidak terhambat persoalan administratif.


Di hadapan Gubernur Lemhannas RI, Sekretaris Jenderal Kemendagri, Purnomo Yusgiantoro Center (PYC), serta perwakilan Lee Kuan Yew School of Public Policy (LKYSPP), Christian menegaskan bahwa inovasi tersebut merupakan bagian dari komitmen politik dan rencana aksi selama masa kepemimpinannya.

Ini adalah komitmen yang akan kami penuhi dalam tiga tahun ke depan. Sebagai kepala daerah, saya memiliki komitmen yang tinggi untuk menyelenggarakan pelayanan ini,” ujar Christian.


Dinilai “Excellent”

Christian mendapat kesempatan mempresentasikan program tersebut setelah dinilai memiliki gagasan dan inovasi terbaik dibandingkan peserta lainnya.


Presentasinya mendapat respons positif dari Gubernur Lemhannas RI, Dr. H. TB. Ace Hasan Syadzily, M.Si.


Ace Hasan menilai gagasan yang disampaikan Christian memiliki hubungan yang kuat antara inovasi, implementasi program prioritas, dan rencana aksi kepala daerah.

“Narasi yang disampaikan Wali Kota Kupang itu excellent,” kata Ace Hasan.


Menurutnya, terdapat tiga kekuatan utama dalam presentasi tersebut, yakni alur logika inovasi, implementasi program prioritas, dan komitmen dalam rencana aksi.


Ketiganya dinilai tidak berhenti pada konsep, tetapi telah diterjemahkan ke dalam program yang memberikan dampak langsung kepada masyarakat.


Didorong Jadi Inovasi Nasional

Bukan hanya Lemhannas yang memberikan apresiasi. Inovasi dana pengaman kegawatdaruratan di RSUD S.K. Lerik juga mendapat perhatian dari Direktorat Pendapatan Daerah pada Direktorat Jenderal Bina Keuangan Daerah Kemendagri.


Pejabat tersebut mendorong agar model yang diterapkan di Kupang dikembangkan menjadi inovasi nasional dan dapat direplikasi oleh rumah sakit daerah lainnya.


Alasannya sederhana namun sangat krusial: pasien dalam kondisi kritis tidak bisa menunggu proses administrasi.

“Inovasi dana pengaman kegawatdaruratan di Rumah Sakit S.K. Lerik Kupang ini perlu didorong menjadi inovasi nasional dan dapat dipakai di rumah sakit-rumah sakit daerah lain di Indonesia, sehingga bisa lebih banyak menyelamatkan nyawa yang bertarung dengan waktu,” ujarnya.


Ia menegaskan, persoalan administrasi tidak boleh menjadi penyebab terlambatnya pasien mendapatkan pertolongan.

“Jangan sampai ada nyawa yang hilang hanya karena masalah administrasi.”


Pernyataan tersebut menjadi sorotan penting dalam program ini. Sebab, inovasi yang dibangun Pemkot Kupang bukan semata soal anggaran atau tata kelola pemerintahan, tetapi menyangkut kecepatan negara hadir ketika nyawa masyarakat berada dalam kondisi kritis.


Libatkan Banyak Instansi

Christian menyampaikan, keberhasilan program tersebut tidak lahir dari kerja satu perangkat daerah. Implementasinya membutuhkan kolaborasi berbagai unsur, mulai dari Dinas Sosial, BPJS, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil, RSUD S.K. Lerik, Dinas Kesehatan, hingga komponen pelayanan publik lainnya.


Kolaborasi itu dibangun untuk memastikan pasien dalam kondisi kegawatdaruratan dapat memperoleh pelayanan secepat mungkin tanpa terbebani persoalan administratif.


Christian pun memberikan apresiasi kepada seluruh jajaran Pemkot Kupang yang terlibat dalam menjalankan inovasi tersebut.


Menurutnya, pemerintah akan terus memperbaiki kualitas pelayanan sekaligus memperluas informasi kepada masyarakat mengenai berbagai program prioritas yang telah dijalankan.

“Kami akan terus meningkatkan pelayanan ke depan sehingga semakin banyak masyarakat mengetahui apa yang dibuat pemerintah dan semakin banyak pula masyarakat yang mendapatkan manfaat dari program prioritas dan inovasi yang kami jalankan,” katanya.


Presentasi di Lemhannas menjadi momentum penting bagi Pemkot Kupang. Inovasi yang lahir dari kebutuhan lokal kini mendapat perhatian di tingkat nasional.


Pesannya pun jelas: ketika nyawa sedang berpacu dengan waktu, pelayanan publik harus bergerak lebih cepat daripada birokrasi. (**)