Bank Sampah Kuanino Jadi Gerakan Baru, Undana dan LPM Dorong Sampah Bernilai Ekonomi



INDONESIA PEMBAHARUAN, KOTA KUPANG – Sampah tidak selamanya menjadi persoalan. Jika dikelola dengan baik, sampah justru dapat menjadi sumber ekonomi baru bagi masyarakat.


Semangat inilah yang mendorong Kelurahan Kuanino, Kota Kupang, berkolaborasi dengan Program Studi Arsitektur Fakultas Sains dan Teknik (FST) Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang serta Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Kelurahan Kuanino dalam pengembangan bank sampah.


Kolaborasi tersebut diwujudkan melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM), berupa edukasi dan pelatihan pengelolaan serta pemilahan sampah rumah tangga.


Kegiatan yang berlangsung pada 12 September 2026 ini mendapat apresiasi dari Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Kupang. Sekretaris DLHK Kota Kupang, Achmad Likur, S.Sos., M.M., yang hadir mewakili kepala Dinas DLHK, menyampaikan apresiasi kepada masyarakat Kuanino yang telah mendukung program Pemerintah Kota Kupang melalui keberadaan bank sampah.


Menurutnya, pengelolaan sampah dari tingkat rumah tangga merupakan langkah penting untuk menciptakan lingkungan yang bersih sekaligus membuka peluang ekonomi bagi masyarakat.

“Bank sampah ini sangat baik karena sejalan dengan program Pemerintah Kota Kupang. Sampah kalau tidak dikelola secara maksimal hanya menjadi masalah. Tetapi kalau dipilah dan dimanfaatkan, sampah bisa memberikan nilai ekonomi bagi masyarakat,” ujarnya.


Ia menegaskan, kebiasaan memilah sampah harus dimulai dari setiap rumah tangga. Sampah organik maupun anorganik yang selama ini dianggap tidak berguna, dapat dipisahkan dan dikelola sehingga memiliki nilai jual.


"Di dalam sampah itu ada mutiara. Kalau kita mampu memilah dan memanfaatkannya, sampah bisa meningkatkan ekonomi masyarakat,” katanya.


Achmad menilai, kegiatan pelatihan yang digelar Kelurahan Kuanino bersama Undana merupakan bentuk kolaborasi yang positif karena memberikan pengetahuan sekaligus keterampilan kepada warga.


Sementara itu, Ketua  Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat (PEM) Kelurahan Kuanino,  Rifat Manohon, mengatakan kerja sama dengan FST Undana merupakan bagian dari upaya mendorong peningkatan ekonomi masyarakat di tingkat RT dan RW.


Menurutnya, program tersebut tidak hanya berbicara mengenai kebersihan lingkungan, tetapi juga bagaimana masyarakat dapat melihat potensi ekonomi dari pengelolaan sampah.

“Kami berharap masyarakat dapat memanfaatkan kegiatan ini dengan baik. Banyak ilmu dan pengetahuan yang diberikan dalam proses pelatihan ini dan. Kami sudah merencanakan bahwa setiap hari sabtu warga di harapkan datang membawa sampah yang sudah di pilah untuk  di timbang” ujarnya.

Rifat berharap pelatihan tersebut dapat menjadi acuan sekaligus motivasi bagi warga untuk mengembangkan pengelolaan sampah secara berkelanjutan.

“Kami berharap kegiatan hari ini menjadi motivasi bagi masyarakat demi mendorong pertumbuhan ekonomi warga Kelurahan Kuanino,” katanya.


Undana Dorong Pengabdian yang Berdampak

Kolaborasi antara Undana dan masyarakat Kuanino juga menjadi bagian dari semangat “Undana Berdampak untuk Provinsi NTT” melalui pengabdian kepada masyarakat.


Melalui Program Studi Arsitektur FST Undana, perguruan tinggi tidak hanya hadir untuk berbagi ilmu dan pengetahuan, tetapi juga membangun kolaborasi dengan masyarakat dalam menjawab persoalan lingkungan sekaligus menciptakan peluang ekonomi.

Program tersebut sejalan dengan upaya Undana mewujudkan visi sebagai world-class locally relevant university, melalui kolaborasi yang menghasilkan pembangunan berdampak dan berkelanjutan.

Bank sampah di Kuanino diharapkan menjadi langkah awal untuk membangun kebiasaan baru: memilah sampah dari rumah, menjaga lingkungan, sekaligus mengubah sampah menjadi nilai ekonomi.

Dengan kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah kelurahan, DLHK dan masyarakat, persoalan sampah diharapkan tidak lagi hanya dipandang sebagai beban, tetapi sebagai peluang untuk menciptakan lingkungan yang bersih dan ekonomi warga yang lebih kuat.


Dalam kesempatan itu Undana menyerahkan bantuan berupa timbangan sampah yang akan menjadi  alat timbangan bagi warga kuanino. (Novie)