Warga RT 08 Kelurahan Fontein Alihkan Dana Hut RI Dengan Salurkan Bantuan ke korban Bencana Gempa Flores



INDONESIA PEMBAHARUAN KOTA KUPANG, NTT,Warga RT 08/RW 03 Kelurahan Fontein, Kota Kupang, memilih merayakan HUT ke-81 Kemerdekaan RI dengan cara berbeda. Dana yang biasanya digunakan untuk perlombaan dialihkan untuk membantu warga terdampak gempa bumi di Flores pada 15 Agustus 2026.


Plt. Lurah Fontein, Iwan Taklal, mengapresiasi langkah warga RT 08 yang mengubah perayaan HUT RI menjadi kegiatan sosial, kamis 20 Agustus 2026.


Menurutnya, semangat kemerdekaan tidak hanya ditunjukkan melalui perlombaan dan perayaan, tetapi juga melalui kepedulian kepada masyarakat yang sedang mengalami musibah.


“Ini betul-betul aksi yang keluar dari lubuk hati yang luhur, jiwa yang peduli. Ini patut menjadi inspirasi bagi kita semua,” ujar Iwan.


Sementara Ketua RT 08, Gebi Kota, mengatakan keputusan tersebut merupakan bentuk kepedulian warga terhadap masyarakat Flores yang sedang mengalami musibah.


"Semua kegiatan 17 Agustus kita tidak bikin seremonial. Kita bikin dalam bentuk duka mereka adalah duka kita juga,” ujar Gebi.


Warga kemudian mengumpulkan berbagai bantuan, seperti pakaian layak pakai, bahan makanan dan uang tunai. Bantuan tersebut rencananya disalurkan melalui komunitas WCFI (WOLRD CLEANUP Day yang di ketuai oleh  Marlin Fransiska Ndaong. 

Gebi berharap bantuan itu benar-benar sampai kepada masyarakat yang membutuhkan di wilayah terdampak gempa.


Selain menggalang bantuan, warga RT 08 juga tetap memberikan ruang bagi pelaku UMKM di lingkungan sekitar. Tahun ini, makanan dari UMKM dibagikan secara gratis kepada masyarakat.


Gebi menjelaskan, pihak RT terlebih dahulu membayar makanan atau produk yang disediakan oleh pelaku UMKM. Setiap tahun sekitar lima hingga tujuh UMKM ikut terlibat.


Untuk kegiatan tahun ini, RT 08 menyiapkan anggaran sekitar Rp500 ribu hingga Rp600 ribu untuk setiap UMKM.


“UMKM yang hadir kita kasih gratis. Uangnya sudah kita bayarkan ke pemilik UMKM. Pengunjung tinggal makan,” jelasnya.


Menurut Gebi, kegiatan tersebut merupakan bentuk dukungan kepada UMKM sekaligus memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.

Ia menegaskan, seluruh kegiatan berasal dari masyarakat dan manfaatnya kembali kepada masyarakat.

“Kita masyarakat sepakat bahwa ini dari kita, untuk kita,” katanya.


Gebi juga berharap aksi tersebut dapat mendorong pemerintah dan masyarakat luas untuk terus memberikan perhatian kepada korban gempa di Flores.


Ketua RW 03, Sarlin Radja Tuka, juga mengapresiasi aksi tersebut. Ia berharap semangat gotong royong terus dijaga dan bantuan yang terkumpul benar-benar sampai kepada masyarakat yang menjadi sasaran.


“Harapan saya supaya semua bantuan ini harus sampai kepada sasaran, sehingga mereka juga merasakan betapa pedulinya kita dari Kupang, dari Kota Kupang,” ujarnya.


Sarlin mengajak masyarakat untuk terus mempertahankan semangat saling membantu, terutama ketika terjadi bencana.


Bagi warga RT 08/RW 03 Fontein, peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI tahun ini bukan sekadar perayaan. Mereka memilih berbagi, membantu korban gempa Flores, mendukung UMKM dan memperkuat semangat gotong royong.


Dari warga, untuk warga dan untuk sesama yang sedang membutuhkan.


Sementara Ketua World Clean Up Day  (WCUD), Merlin Fransiska Ndaong  memberikan apresiasi kepada warga RT 08, Kelurahan Fontein, Kota Kupang, yang menunjukkan kepedulian terhadap masyarakat Flores yang terdampak gempa bumi.


Menurut Merlin, aksi sosial yang dilakukan warga RT 08 yang dikoordinasikan Ketua RT 08, Gebi, merupakan bentuk kepedulian nyata kepada sesama. Bantuan tersebut diharapkan dapat meringankan beban warga yang kehilangan rumah, harta benda, bahkan anggota keluarga akibat bencana.

“Terima kasih kepada warga RT 08 atas dukungan dan kepeduliannya. Apa yang dilakukan ini sangat berarti bagi saudara-saudara kita yang terdampak gempa di Flores,” ujar Merlin.


WCUD yang selama ini bergerak di bidang kebersihan juga ikut tergerak membantu korban gempa dengan menggalang pakaian layak pakai, sembako, dan bantuan dana dari masyarakat.


Pengumpulan bantuan akan dilakukan hingga 22 Agustus 2026, sebelum disalurkan kepada warga terdampak di Flores melalui relawan dan jaringan WCU di lokasi bencana.


Marlin berharap kepedulian seperti yang ditunjukkan warga RT 08 dapat terus tumbuh dan menjadi kekuatan bersama dalam membantu masyarakat yang sedang menghadapi bencana.(Novie)