PT Flobamor Fokus Benahi Hotel, Perkapalan, dan NTT Mart,dan Tuntaskan Persoalan Lama




INDONESIA PEMBAHARUAN,KOTAKUPANG – PT Flobamor (Perseroda) kembali menjalankan aktivitas bisnis setelah sempat mengalami masa sulit. Pada 2026, perusahaan milik Pemerintah Provinsi NTT ini menetapkan tiga fokus utama, yakni perhotelan, perkapalan, dan pengembangan NTT Mart.

Tiga bidang tersebut merupakan bagian dari delapan rencana bisnis yang telah mendapat persetujuan Pemerintah Provinsi NTT dan DPRD NTT.

Direktur Keuangan dan Operasional PT Flobamor, Maxi Julians Rihi Dara, mengatakan pihaknya ingin memanfaatkan waktu yang tersisa pada 2026 untuk membenahi perusahaan dan memastikan tahun buku dapat ditutup tanpa defisit.


Benahi Hotel Sasando

Salah satu prioritas Flobamor adalah mengelola kembali Hotel Sasando. Sejak 27 Juli 2026, pengelolaan hotel tersebut kembali berada di bawah PT Flobamor.

Saat ini tim transisi sedang melakukan pendataan fasilitas, mengevaluasi manajemen, serta berdialog dengan para karyawan.

Direktur Pengembangan Usaha PT Flobamor, Yose Rizal, mengatakan pembenahan tidak hanya dilakukan pada manajemen hotel, tetapi juga diarahkan untuk mendukung pariwisata di Kota Kupang melalui berbagai kegiatan dan event kreatif.

Hotel Sasando merupakan salah satu hotel milik Pemprov NTT yang sudah lama berdiri. Flobamor berharap hotel tersebut kembali berkembang dan bisa memberikan kontribusi terhadap pendapatan daerah.


Hidupkan Kembali Bisnis Perkapalan

Flobamor juga berencana menghidupkan kembali bisnis perkapalan melalui pengoperasian KMP Sasando.

Kapal dengan kapasitas sekitar 76 penumpang itu direncanakan melayani rute Kupang-Semau hingga delapan kali perjalanan dalam sehari.

Kehadiran kapal tersebut diharapkan dapat membantu aktivitas masyarakat Pulau Semau, termasuk pelajar, pegawai, pelaku usaha, dan masyarakat umum.

Rencana ini juga mendapat dukungan dari Pemerintah Kabupaten Kupang. Pemerintah daerah diharapkan ikut mendukung penyediaan fasilitas pelabuhan dan pengembangan pariwisata di Pulau Semau.

Direktur Pengadaan Barang dan Jasa PT Flobamor, Frans Bata, mengatakan pihaknya akan memperbaiki sistem pengelolaan keuangan sektor perkapalan dengan menggunakan sistem digital untuk mengurangi risiko kebocoran.


NTT Mart Jadi Ruang UMKM Lokal

Bidang ketiga yang menjadi perhatian adalah pengembangan NTT Mart.

PT Flobamor berencana membuka tiga NTT Mart baru di Kota Kupang pada September 2026. Lokasinya berada di Jalan Basuki Rahmat kawasan kantor gubernur lama, NTT Mart Perikanan di kawasan pelabuhan perikanan, serta satu lokasi di kompleks Kantor Gubernur NTT.

Direktur Ekonomi Kerakyatan PT Flobamor, Leonardo A.R. Waleng, mengatakan NTT Mart diarahkan menjadi tempat bagi produk UMKM lokal untuk mendapatkan pasar yang lebih luas.

Menurut dia, proses kurasi produk UMKM telah dilakukan dalam beberapa bulan terakhir agar produk yang dipasarkan memiliki kualitas dan daya saing.

Flobamor juga menyiapkan Food Lab bersama Uma Kanaru Institute. Fasilitas ini ditujukan untuk membantu menjaga kualitas produk makanan UMKM, termasuk aspek keamanan dan kehalalan.

Dengan langkah tersebut, produk UMKM NTT diharapkan tidak hanya mampu bersaing di daerah, tetapi juga dapat masuk ke pasar nasional bahkan internasional.


Benahi Manajemen dan Anak Perusahaan

Selain mengembangkan bisnis, PT Flobamor juga melakukan pembenahan internal.

Struktur perusahaan kini terdiri dari satu direktur utama dan empat direktur. RUPS pada 20 Januari 2026 juga memutuskan adanya penataan terhadap enam anak perusahaan serta audit menyeluruh.

Direktur Utama PT Flobamor, Dominggus Elcid Li, mengatakan persoalan masa lalu menjadi pelajaran penting bagi perusahaan.

Menurutnya, sejumlah anak perusahaan sebelumnya dibentuk tanpa kajian bisnis yang cukup kuat dan belum didukung tata kelola perusahaan yang baik. Kondisi tersebut kemudian berdampak pada penggunaan modal, utang, hingga membuat perusahaan mengalami masa sulit.

Karena itu, Flobamor kini membuka kerja sama dengan akademisi dan lembaga riset untuk mengkaji sejumlah peluang usaha, seperti pabrik pakan, pengalengan daging dan ikan, hingga kemungkinan pembangunan galangan kapal.


Masih Ada Pekerjaan Rumah

Di tengah rencana pengembangan bisnis, PT Flobamor masih memiliki pekerjaan rumah terkait kewajiban kepada mantan Anak Buah Kapal (ABK) KMP Sirung dan KMP Pulau Sabu.

Manajemen menyebut telah melakukan dialog dengan para mantan ABK dan serikat pekerja untuk mencari jalan keluar.

Direktur Utama PT Flobamor mengatakan pembayaran kewajiban kepada para ABK akan dilakukan secara bertahap sesuai kemampuan perusahaan dan aturan yang berlaku.

Flobamor juga membuka peluang bagi mantan ABK untuk kembali bergabung dalam sejumlah usaha yang sedang dikembangkan. Selain itu, anak-anak mantan ABK juga disebut akan mendapat prioritas apabila memenuhi persyaratan untuk melamar pekerjaan.

Kini tantangan Flobamor bukan hanya mengembangkan bisnis baru, tetapi juga menyelesaikan persoalan lama. Keberhasilan perusahaan akan sangat bergantung pada pembenahan tata kelola, pengelolaan keuangan yang transparan, serta kemampuan mengembangkan usaha yang benar-benar menghasilkan keuntungan bagi perusahaan dan daerah.(**)