INDONESIA PEMBAHARUAN, KOTA KUPANG- PT Flobamor, Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Provinsi Nusa Tenggara Timur, menyiapkan langkah strategis untuk mengambil alih pengelolaan NTT Mart. Program ini diarahkan untuk memperluas pemasaran produk lokal sekaligus memperkuat sektor Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) serta Industri Kecil Menengah (IKM) di NTT.
Dalam Jumpa pers yang digelar pada kamis 13 Agustus 2026 di kantor PT. Flobamor kupang, Direktur Pengembangan Ekonomi Kerakyatan PT Flobamor, Leonardo Waleng, mengatakan proses pengalihan pengelolaan NTT Mart dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) NTT kepada PT Flobamor ditargetkan terealisasi penuh pada 2027.
Menurut Leonardo, pengelolaan NTT Mart saat ini masih berada di bawah Disperindag NTT bersama Dekranasda. Pengalihan pada 2027 dilakukan karena program dan anggaran tahun 2026 masih berjalan pada instansi tersebut.
Meski pengelolaan penuh baru dilakukan tahun depan, PT Flobamor telah mulai mempersiapkan sejumlah unit NTT Mart melalui kerja sama dengan Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi NTT.
Beberapa titik yang telah dan akan dikembangkan di antaranya NTT Mart Nelayan di TPI Tenau, NTT Mart di Jalan Basuki Rahmat, Naikoten, serta NTT Mart Flobamor di kawasan Kantor Gubernur NTT, Jalan El Tari, yang segera dibuka.
Pengembangan jaringan NTT Mart diharapkan tidak sekadar menjadi aktivitas bisnis BUMD, tetapi juga membuka ruang yang lebih luas bagi produk UMKM dan IKM NTT untuk masuk ke pasar yang lebih besar.
Leonardo menegaskan, jajaran direksi baru PT Flobamor juga menempatkan peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebagai salah satu prioritas. Meski waktu kerja efektif pada 2026 tersisa sekitar tiga hingga empat bulan, pihaknya tetap optimistis dapat memberikan kontribusi bagi daerah.
“Kami mengusung prinsip transparansi, akuntabilitas, serta total quality management. Target PAD menjadi fokus utama kami untuk membawa BUMD ini berjalan di rel yang benar,” tegas Leonardo.
Selain penguatan bisnis, PT Flobamor juga mendorong kolaborasi pentahelix yang melibatkan pemerintah, dunia usaha, akademisi, masyarakat, dan insan pers.
Kolaborasi tersebut dinilai penting agar pengembangan NTT Mart tidak berhenti pada pengelolaan jaringan toko, tetapi benar-benar menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem ekonomi kerakyatan dan memperluas peluang UMKM NTT untuk berkembang.
PT Flobamor pun menyatakan terbuka terhadap kritik dan masukan konstruktif sebagai bagian dari upaya membenahi tata kelola BUMD sekaligus memperkuat kontribusinya terhadap perekonomian masyarakat NTT.(Novie)
