INDONESIA PEMBAHARUAN,KOTA KUPANG — Kejuaraan Tinju Piala Wali Kota Kupang 2026 tak hanya menjadi ajang olahraga, tetapi juga momentum berbagi untuk warga Flores yang terdampak gempa.
Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, turun langsung ke ring dalam laga ekshibisi melawan Ketua Panitia, Karel Muskanan, di Lapangan Harper, Area Pameran, Jumat (21/8) malam. Laga tersebut sekaligus menjadi bagian dari penggalangan donasi bagi korban gempa Flores.
Sebelumnya, Christian telah menyerahkan donasi pribadi sebesar Rp5 juta. Ia mengajak masyarakat untuk bersama-sama membantu warga yang sedang menghadapi bencana.
"Basodara dong tidak sendiri, ketong ada bersama kalian. Satu pulau terguncang, satu NTT ikut merasakan,” ujar Christian.
Ia menegaskan, bencana boleh mengguncang kehidupan masyarakat, tetapi harapan dan semangat untuk saling membantu tidak boleh runtuh.
Selain aksi kemanusiaan, kejuaraan ini menjadi ajang pembinaan atlet tinju muda. Sebanyak 66 atlet, terdiri dari 60 putra dan enam putri, ambil bagian dalam pertandingan kategori U-12 hingga U-36.
Christian berharap kejuaraan tersebut dapat melahirkan petinju potensial yang mampu membawa nama Kota Kupang dan NTT ke tingkat nasional, termasuk menuju PON 2028.
Kejuaraan ini juga kembali digelar setelah sebelumnya sempat vakum hampir belasan tahun. Piala Wali Kota tahun ini untuk pertama kalinya diperebutkan sebagai piala bergilir, dengan trofi yang dibuat dari bahan daur ulang sebagai pesan kepedulian terhadap lingkungan.
Ketua Pengprov Pertina NTT, Dr. Samuel Haning, mengapresiasi dukungan Pemerintah Kota Kupang terhadap perkembangan olahraga tinju dan berharap pembinaan atlet muda terus berlanjut.
Ketua Panitia, Karel Muskanan, mengatakan semangat kemanusiaan dan kepedulian terhadap masyarakat Flores menjadi bagian penting dalam pelaksanaan kejuaraan tahun ini.(**)
