Srikandi PLN Hadir Bawa Bantuan dan Keceriaan Bagi Anak-Anak Korban Bencana NTT




INDONESIA PEMBAHARUAN,Manggarai, 20 Agustus 2026 — Di tengah suasana duka dan keterbatasan di lokasi pengungsian, kehadiran Srikandi PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah (UIW) Nusa Tenggara Timur membawa warna berbeda bagi warga terdampak bencana.


Tidak hanya menyalurkan bantuan logistik, para srikandi PLN itu juga mengajak anak-anak di tenda pengungsian Lapangan Pendidikan Barangkalong untuk membaca buku dan bermain bersama, Kamis (20/8/2026).


Aksi tersebut menjadi bentuk kepedulian PLN yang tidak hanya menyentuh kebutuhan dasar masyarakat, tetapi juga memperhatikan kondisi sosial dan psikologis, terutama anak-anak yang harus menjalani hari-hari mereka di tengah situasi bencana.


Srikandi PLN turut membantu tim terpadu mempercepat distribusi kebutuhan pokok kepada warga. Setelah itu, perhatian mereka beralih kepada anak-anak dengan menghadirkan buku cerita dan bacaan edukatif.


Suasana di tenda pengungsian pun berubah lebih ceria. Anak-anak terlihat antusias mengikuti kegiatan membaca dan berinteraksi bersama Srikandi PLN.


Ketua Srikandi PLN UIW NTT, Margarheta Yupukoni, mengatakan kehadiran mereka merupakan bentuk kepedulian perempuan PLN untuk ikut meringankan beban masyarakat terdampak bencana.

“Kami dari Srikandi PLN hadir langsung ke posko untuk membantu kelancaran penyaluran bantuan logistik bagi warga. Selain itu, kami juga membagikan buku-buku bacaan kepada anak-anak di tenda pengungsian. Kami ingin menghadirkan senyum dan tawa mereka kembali,” ujarnya.


Menurutnya, kegiatan sederhana seperti membaca bersama diharapkan dapat memberikan hiburan sekaligus menjaga semangat anak-anak selama berada di lokasi pengungsian.


Kepedulian itu juga mendapat sambutan positif dari para orang tua. Kehadiran ruang interaksi dan kegiatan membaca menjadi salah satu cara untuk mengurangi kejenuhan anak-anak yang sementara waktu harus meninggalkan rumah mereka akibat bencana.


General Manager PLN UIW NTT, F. Eko Sulistyono, mengatakan penanganan bencana tidak hanya berkaitan dengan pemulihan infrastruktur kelistrikan, tetapi juga harus memperhatikan kebutuhan kemanusiaan masyarakat.

“PLN tidak hanya fokus pada pemulihan sistem kelistrikan agar kembali andal, tetapi juga memastikan penanganan aspek kemanusiaan berjalan beriringan,” tegasnya.


Ia menambahkan, melalui Srikandi PLN, perusahaan berupaya memberikan dukungan psikososial dan memenuhi kebutuhan dasar masyarakat terdampak, khususnya anak-anak, selama masa tanggap darurat.


Kegiatan sosial Srikandi PLN NTT juga diperluas ke wilayah lain. Bantuan turut disalurkan kepada masyarakat terdampak bencana melalui Posko Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Maumere.


Langkah tersebut menjadi bagian dari komitmen PLN melalui semangat People Care, dengan mendorong insan perempuan PLN untuk terlibat langsung dalam membantu masyarakat yang sedang menghadapi bencana.


Bagi Srikandi PLN, bantuan bukan hanya soal apa yang diberikan, tetapi juga tentang bagaimana kehadiran di tengah masyarakat mampu menumbuhkan kembali harapan.


Di tengah kondisi pengungsian yang penuh keterbatasan, sebuah buku, sebuah percakapan, dan senyum yang sederhana menjadi pesan bahwa anak-anak korban bencana tidak sendiri. (**)