INDONESIA PEMBAHARUAN,KOTA KUPANG – Pengelolaan dana Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat (PEM) di Kelurahan Kuanino, Kota Kupang, terus dilakukan penataan. Pemerintah Kelurahan Kuanino bersama pengelola dana PEM melakukan pendataan dan penagihan terhadap warga yang masih memiliki kewajiban pembayaran.
Berdasarkan data yang di sampaikan ketua Dana PEM Kelurahan Kuanino Rifat Manohon senin 24 /8/2016 di kantor lurah Kuanino, kondisi debitur hingga Januari–Juli 2026 menunjukkan adanya warga yang sudah menyelesaikan kewajibannya, masih aktif membayar, maupun yang belum dapat ditemui.
"Tercatat 16 orang telah melunasi, 18 orang masih dalam status berjanji melakukan pembayaran, 27 orang masih aktif, dan 27 orang belum berhasil ditemui" Ujar Rifat.
Dari 27 warga yang sebelumnya belum berhasil ditemui, pengelola telah menindaklanjuti 15 orang. Dengan demikian, masih tersisa 12 orang yang belum berhasil ditemui, terdiri dari delapan orang yang berada di luar provinsi dan empat orang di luar Kelurahan Kuanino.
Pengelola juga membedakan kondisi pembayaran warga berdasarkan statusnya. Warga yang telah memenuhi kewajibannya masuk dalam kategori lancar, sementara warga yang masih memiliki tunggakan dan menyatakan kesanggupan membayar terus dilakukan pendekatan dan komunikasi.
Upaya penagihan dilakukan dengan mendatangi langsung warga maupun menghubungi mereka melalui komunikasi yang masih memungkinkan. Hasilnya, sebagian warga yang sebelumnya menunggak mulai kembali melakukan pembayaran.
Rifat menyebut, dari sekitar 72 debitur yang menjadi perhatian dalam proses penertiban, sekitar 40 orang saat ini sudah dapat ditemui dan mulai menunjukkan perkembangan dalam pembayaran kewajibannya.
Sementara itu, terdapat beberapa warga yang sudah berpindah ke luar daerah, bahkan berada di luar Pulau Timor. Kondisi tersebut menjadi salah satu kendala dalam proses penagihan karena pengelola harus mencari dan menghubungi warga yang bersangkutan.
Selain penertiban dana lama, Kelurahan Kuanino juga mulai menyiapkan pola penyaluran dana PEM yang lebih tertib untuk ke depan. Setiap calon peminjam akan diminta menyampaikan bukti penggunaan dana, termasuk melalui dokumentasi kegiatan dan pembelanjaan.
Penggunaan dana juga akan didampingi agar sesuai dengan proposal yang diajukan. Pengelola akan mendorong pembukuan sederhana serta melibatkan RT dan RW dalam proses pengajuan maupun pemantauan usaha masyarakat.
Untuk penyaluran berikutnya, pemerintah kelurahan berencana membentuk kelompok usaha sehingga dana dapat dimanfaatkan secara bersama dan lebih terarah. Setiap kelompok nantinya berpotensi memperoleh pinjaman hingga Rp50 juta, sesuai ketentuan dan hasil verifikasi.
Untuk tahun ini, kelompok usaha yang menjadi perhatian utama antara lain usaha kuliner dan menjahit, sebagai bagian dari upaya mendorong kegiatan ekonomi produktif masyarakat Kelurahan Kuanino.
Pengelolaan Dana PEM diharapkan tidak hanya berorientasi pada penyaluran pinjaman, tetapi juga memastikan dana tersebut benar-benar digunakan untuk mengembangkan usaha, meningkatkan pendapatan, serta memberikan manfaat ekonomi bagi warga.
Di tambahkan Rifat dengan penataan data, pendampingan, dan penagihan secara berkelanjutan, Kelurahan Kuanino berupaya agar dana PEM dapat kembali bergulir dan dimanfaatkan oleh masyarakat lainnya yang membutuhkan dukungan untuk mengembangkan usaha.Kelurahan Kuanino terus mendorong peningkatan ekonomi warga melalui pengembangan UMKM. Ke depan, potensi usaha seperti penjahit dan kuliner dinilai perlu dikembangkan dalam kelompok agar lebih mudah mendapat pendampingan dan dukungan.
" Warga yang masih terjerat kredit harian juga diharapkan mendapat perhatian melalui pendampingan dan kerja sama dengan LSM. Pendampingan dapat mencakup pembukuan sederhana, pengelolaan usaha hingga akses permodalan.Untuk pengajuan pinjaman berikutnya, pelaku usaha juga dapat didorong untuk mendokumentasikan kegiatan usahanya melalui video, mulai dari persiapan usaha, proses penggunaan modal hingga perkembangan dan pengembalian pinjaman setiap bulan.Langkah ini diharapkan membuat pengelolaan usaha lebih tertib, transparan dan bertanggung jawab, sekaligus membantu UMKM Kuanino berkembang secara berkelanjutan", tutupnya. (Novie)
