INDONESIA PEMBAHARUAN,KOTA KUPANG – Dalam Pidato Pembangunan dalam rangka HUT RI ke 81 tahun,di tengah duka yang melanda Pulau Flores akibat gempa 7,7,Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Emanuel Melkiades Laka Lena mendorong generasi milenial dan perempuan menjadi penggerak utama ekonomi kreatif dan kewirausahaan di daerah.
Hal itu disampaikan Melki dalam Pidato Pembangunan memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Aula Fernandez, Kantor Gubernur NTT, Sabtu (15/8/2026).
Melalui Dasa Cita Kedua, “Milenial dan Perempuan, Motor Kreativitas Lokal”, pemerintah ingin membuka lebih banyak ruang bagi anak muda dan perempuan untuk mengembangkan usaha, kreativitas, serta potensi budaya dan sumber daya lokal.
Menurut Melki, kekayaan alam NTT harus diikuti dengan kemampuan masyarakat mengolahnya menjadi produk bernilai ekonomi.
“Ekonomi tidak hanya bergantung pada sumber daya alam, tetapi juga kemampuan masyarakat mengolahnya menjadi inovasi dan nilai tambah,” ujar Melki.
Ekonomi Kreatif Terus Dikembangkan
Pemprov NTT mencatat terdapat 10.820 pelaku ekonomi kreatif yang terdata hingga 2025. Mereka bergerak terutama di bidang kriya, kuliner dan fesyen.
Pemerintah juga memberikan dukungan melalui pelatihan, pemasaran, bantuan modal dan perlindungan Hak Kekayaan Intelektual (HKI).
Hingga 2024, sebanyak 263 produk telah mendapat fasilitasi HKI. Program tersebut dilanjutkan pada 2025 dan kembali diperluas pada 2026.
Pelatihan ekonomi kreatif juga menjangkau masyarakat hingga desa. Program tersebut telah melibatkan 1.845 peserta dan melahirkan sejumlah pelaku usaha baru melalui program One Village One Product (OVOP).
Akses pasar turut diperluas melalui berbagai kegiatan, termasuk ANTIKFest yang melibatkan ratusan pelaku UMKM.
Perkuat Wirausaha Muda
Pemerintah NTT juga menyiapkan dukungan bagi anak muda melalui bantuan modal dan inkubator bisnis.
Pada 2024, bantuan modal usaha sebesar Rp5,97 miliar disalurkan kepada 597 kelompok wirausaha muda.
Program inkubator bisnis juga diperluas. Pada 2025, anggarannya mencapai Rp3,1 miliar untuk 200 penerima manfaat. Tahun 2026 anggaran tersebut meningkat menjadi Rp3,8 miliar dengan sasaran 450 penerima manfaat di 11 kabupaten/kota.
Perempuan dan Ekonomi Pesisir
Selain anak muda, perempuan menjadi bagian penting dalam program pemberdayaan ekonomi daerah.
Pemprov NTT menjalankan berbagai program untuk meningkatkan perlindungan dan kapasitas perempuan, termasuk melalui pelatihan dan pengembangan usaha.
Di sektor kelautan dan perikanan, perempuan dan milenial juga dilibatkan dalam pengolahan hasil perikanan. Pelatihan telah diberikan kepada 40 kelompok di 10 kabupaten/kota dengan dukungan peralatan produksi dan kemasan.
Program serupa terus diperluas ke wilayah pesisir, termasuk Belu, Malaka dan Flores Timur.
Melki menegaskan, pemerintah tidak ingin program pemberdayaan berhenti pada pelatihan atau bantuan modal saja.
“Yang kita bangun adalah ekosistem yang menghubungkan kreativitas, keterampilan, usaha, kelembagaan dan pasar,” katanya.
Dengan ekosistem tersebut, milenial dan perempuan diharapkan mampu menciptakan lapangan kerja, menggerakkan ekonomi masyarakat, menjaga budaya lokal dan meningkatkan daya saing NTT.(Novie)
