Atasi Kelangkaan Minyak Tanah, Wali Kota Kupang Usulkan Tambahan hingga 1 Juta Liter

  


INDONESIA PEMBAHARUAN,KOTA KUPANG – Warga Kelurahan Oebobo, Kota Kupang, mengapresiasi langkah Pemerintah Kota Kupang yang mengusulkan tambahan kuota minyak tanah bersubsidi hingga 500–1.000 kiloliter (KL), atau sekitar 500 ribu hingga 1 juta liter.


Usulan tersebut disampaikan Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, setelah melakukan inspeksi mendadak (sidak) di Pangkalan Minyak Tanah Kachuga, Kelurahan Oebobo jumat 14 Agustus 2026.


Sidak dilakukan untuk memastikan distribusi minyak tanah bersubsidi berjalan sesuai ketentuan, termasuk memastikan pangkalan menjual dengan Harga Eceran Tertinggi (HET) sebesar Rp4.000 per liter.


Christian mengatakan, sidak tersebut merupakan respons pemerintah terhadap keluhan masyarakat mengenai harga minyak tanah yang dinilai masih tinggi di tingkat pengecer.

“Kalau ada masyarakat yang beli kemahalan, kita harus cek dulu belinya di mana. Alur distribusi yang resmi itu sudah jelas, dari Pertamina Tenau ke agen atau distributor, kemudian ke pangkalan resmi dan langsung ke masyarakat,” kata Christian.


Ia mengingatkan masyarakat agar membeli minyak tanah langsung di pangkalan resmi. Menurutnya, penjualan melalui pengecer berada di luar jalur distribusi yang dapat diawasi secara langsung oleh Pertamina maupun pemerintah.

Christian juga menegaskan pangkalan wajib menjual sesuai HET dan tidak melayani pembelian dalam jumlah besar yang berpotensi menyebabkan penjualan kembali. Setiap kepala keluarga (KK) dibatasi maksimal membeli 10 liter.


Untuk mengantisipasi kebutuhan masyarakat, Pemkot Kupang telah mengajukan tambahan kuota hingga 1 juta liter.

“Masyarakat tidak perlu khawatir, kuota kita sementara ini cukup. Kami juga sudah bersurat untuk mengajukan usulan tambahan kuota hingga satu juta liter agar kebutuhan seluruh warga Kota Kupang tetap terpenuhi dengan baik,” ujarnya.


Sementara itu, Sales Branch Manager (SBM) Pertamina, Ali Uradi, meminta masyarakat tidak panik dan tetap membeli minyak tanah melalui pangkalan resmi.


Ali memastikan stok minyak tanah untuk masyarakat dalam kondisi aman. Ia juga meminta warga segera melaporkan jika menemukan pelanggaran, termasuk pangkalan yang menjual minyak tanah di atas HET.

“Kalau ada hal-hal yang tidak betul, silakan dilaporkan melalui Call Center 135 atau melalui Call Center Disperindag. Akan kami tindaklanjuti dan kami akan memberikan sanksi tegas bagi pangkalan yang menjual di atas HET,” tegas Ali.


Keluhan terkait keterbatasan pasokan juga disampaikan warga Oebobo. Naomi, warga Jalan Nangka, Gang Pepaya, RT 27/RW 29, mengatakan kondisi tersebut telah dirasakan warga sejak sebelum Desember.


Menurut Naomi, pasokan minyak tanah terkadang tersedia, tetapi jumlahnya terbatas sehingga tidak semua warga memperoleh bagian.

“Biasanya kalau turun satu drum minyak, kami hanya mendapat jatah. Yang diutamakan adalah warga yang punya KTP dan KK,” katanya.

Ia menjelaskan, warga juga harus mendaftarkan nama terlebih dahulu agar pembagian minyak tanah dapat dilakukan secara merata.


Naomi menilai kehadiran Wali Kota Kupang secara langsung di lapangan merupakan langkah positif karena pemerintah dapat melihat kondisi warga secara nyata.

“Dengan kehadiran Pak Wali dan langsung melihat kondisi di sini, sangat bagus,” ujarnya.


Ia pun menyampaikan terima kasih atas langkah pemerintah mengusulkan tambahan kuota minyak tanah.

“Terima kasih kepada Pak Wali Kota Kupang karena hari ini sudah melihat langsung kondisi kami dan sudah mengajukan tambahan kuota minyak tanah sampai satu juta liter. Kami sangat berterima kasih,” kata Naomi.


Warga berharap usulan tambahan kuota tersebut segera direalisasikan sehingga kebutuhan minyak tanah masyarakat Oebobo maupun warga Kota Kupang secara umum dapat terpenuhi.

“Semoga dengan adanya tambahan kuota ini, semua warga bisa mendapatkan minyak tanah dan tidak lagi kesulitan,” harapnya.(*Novie)