INDONESIA PEMBAHARUAN,KOTA KUPANG- Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT beserta para staf dalam upaya mendukung peningkatan PAD NTT terus melakukan berbagai informasi pertanian kepada masyarakat umum khususnya pada saat Car free day Sabtu 18 April 2026.
Berbagi inovasi kreatif di terapkan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT melalui pengenalan pertanian dan produk unggulan dari berbagi jenis tanaman pangan seperti sayuran,lombok,buah- buahan,kopi dan teh kelor yang sudah di kemas dalam kemasan serta tanaman hias,dengan menggunakan pupuk dan media tanam yang benar.
Saat ditemui media ini Semi menjelaskan bagaimana cara menarik minat masyarakat akan pentingnya pertanian bagi kelangsungan hidup dengan memanfaatkan pekarangan rumah guna memenuhi kebutuhan sehari hari,
" Kami Dinas pertanian dan ketahanan pangan NTT terus melakukan sosialisasi pertanian kepada masyarakat umum agar mereka memahami dan mengerti betapa pentingnya pertanian dalam mendukung PAD dan juga ekonomi keluarga. Kami menyiapkan berbagai jenis tanaman seperti sayuran,lombok dll ,sehingga jika masyarakat ingin memanfaatkan lahan pekarangan dengan menanam sayuran bisa datang ke dinas pertanian
Provinsi NTT kami akan memberi penjelasan bagaiman cara menanam sayuran dengan media tanah yang benar hingga tanaman yang di hasilkan juga bagus dan tidak mudah terserang hama,"tutur Semy.
Dalam kesempatan itu kepala bagian UPTD bidang pengolahan pupuk Gebi menjelaskan bagaimana Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan NTT aktif mendorong penggunaan pupuk kompos dan organik untuk mengatasi keterbatasan pupuk subsidi serta memperbaiki struktur hara tanah yang rusak.
Program ini difokuskan pada edukasi pembuatan kompos mandiri, pemanfaatan limbah pertanian, dan penerapan teknologi organik untuk meningkatkan hasil pertanian secara berkelanjutan.
"Kami selalu menyarankan kepada para petani untuk beralih dari pupuk kimia ke organik sebagai kebutuhan penting untuk kesehatan tanah dan produktivitas jangka panjang,serta mengedukasi kelompok tani untuk memproduksi kompos sendiri dari limbah pertanian..Untuk saat ini Dinas pertanian dan ketahanan pangan memfasilitasi promosi dan penjualan pupuk organik melalui DISTKP_Mart di area Car Free Day untuk mendukung penggunaan lokal.Pemanfaatan pupuk kompos diharapkan dapat meningkatkan kemandirian petani dan memperbaiki kesuburan lahan di NTT,"jelas Gebi .
Di tambahkan lagi bahwa "Untuk penggunaan media tanah khususnya bagi tanaman
lombok itu komposisi media tanam harus sesuai dan seimbang. Penggunaan pupuk yang berasal dari kotoran sapi perbandingan satu-satu seperti tanah satu ember kecil, pasir dan pupuk juga harus satu ember kecil sesuai dengan tanah yang di gunakan lalu dicampur menjadi satu,untuk masyarakat yang ingin menggunakan pupuk yang sudah di olah oleh Dinas Pertanian silahkan datang saja ke kantor Pertanian,kami menjualnya dengan harga yang terjangkau bagi masyarakat",tutur Gebi.
Sementara pemanfaatkan hilirisasi produk pertanian seperti kopi dan teh kelor Nixson menjelaskan bagaimana kepedulian Dinas Pertanian memberikan ruang bagi masyarakat dalam pemanfaatan lahan,
" Dalam upaya Pemerintah meningkatkan PAD Provinsi NTT kami memanfaatkan lahan pertanian dengan menanam kopi dan kelor, Kami sudah produksi kopi dan teh kelor sejak tahun 2023 dan ini semua berkat dukungan Dinas Pertanian dan ketahanan Pangan Provinsi NTT ,dulu kami menjual kopi dalam bentuk biji tetapi sekarang sudah dalam bentuk serbuk sehingga memudahkan masyarakat dalam menikmati kopi maupun teh kelor,dan kami sudah memiliki brand jkopi dengan nama kopi" Deroma," dengan murah dan terjangkau,"tutup Nixson .(Novie)
