![]() |
| PLT lurah Fontein Ledy Davriati Amatae didampingi sang ayah Ferdy Amatae saat klarifikasi kejadian pengeroyokan yang dilakukan suami dan keluarga |
INDONESIA PEMBAHARUAN,KOTA KUPANG - Dalam upaya.memulihkan nama baik PLT Kelurahan Fontein.Ledy Davriati Amatae (42), didampingi ayahnya Ferdy Amatae, mengungkap kronologi penganiayaan yang dialaminya bersama Lurah Todekisar Ricky Terik serta melaporkan perbuatan suamnya Denny Bayuastica Busu(41) tahun dan keluarga kepada pihak keamanan Polda NTT
Kedua Asn yang menjabat sebagai lurah dianiaya oleh keluarga suami Ledy hingga mengalami luka serius akibat diduga menjalin hubungan terlarang.
Peristiwa tersebut terjadi pada Jumat malam (3/4/2026) di Kelurahan Liliba, Kecamatan Oebobo, Kota Kupang, dan sempat viral di media sosial setelah video keduanya beredar luas.
Kepada media ini Ledy yang biasa disapa menceritakan kronologi kejadian yang sebenarnya hingga terjadi nya aksi pengeroyokan yang di lakukan Deni bersama anggota keluarga yang terdiri dari orangtua,kakak dan adik.
"Pemberitahuan sepihak yang telah beredar luas di masyarakat sangat merugikan diri saya sebagai ASN ,Untuk diketahui Kami sudah berpisah selama satu tahun lebih,hal ini di sebabkan tidak adanya harmonisasi dalam keluarga dan saya sering mendapat tekanan dari keluarga Deni dengan tudingan tidak mengurus suami yang sedang sakit",ungkap Ledy .
"Saya cukup bertahan selama ini atas perlakuan kasar yang kerap dilakukan suami kepada saya.Selama pernikahan tujuh tahun kami baru memilik seorang anak perempuan dan saya tetap bertahan demi sang anak,yang merupakan titipan Tuhan.Segala perlakuan kasar kerap saya terima dan itu terus berjalan hingga Deni jatuh sakit. Selama sakit saya yang mengurus dan merawat meskipun saya harus melakukan tugas saya seorang ASN,terkadang ada pihak keluarga saya yang mengurus dia disaat saya sedang sibuk ",jelas lady.
Kronologi kejadian
Menurut Ledy, peristiwa itu berawal dari persoalan rumah tangganya yang sejak setahun terakhir. Suaminya, Denny Bayuastica Busu, disebut mengalami stroke berat dan meninggalkan rumah mereka di kawasan Ukitau, Kota Kupang.
“Deni sendiri yang mau pergi ke Lasiana yaitu ke rumah orang tuanya, bukan karena diusir, melainkan menggunakan alasan agar mendapat perawatan dari orang tuanya di Lasiana. Sejak Juli 2025, sejak pergi kerumah orang tuanya setiap Uang gaji dan tunjangan yang masuk saya kirim ke Deny untuk membantu biaya perawatannya selama dia di Lasiana termasuk sesekali mengantar terapi s",kata Ledy .
Dijelaskan penganiayaan terjadi pada Kamis malam, 2 April 2026. , sekitar pukul 23.00 Wita ia bertemu dengan Ricky Terik di jalan dekat rumahnya.
“Saya jumpa Pak Erick di cabang alan dekat rumah. Saya tanya dari mana lalu dia bilang sehabis antar mie ke temannya, dia tawar kalau mau saya belikan dan antar kerumah ,” katanya.
Ledy kemudian pulang ke rumah menggunakan mobil, sementara pak Ricky yang mengendarai sepeda motor .menyusul untuk mengantarkan mie ayam tersebut te. Namun, sekitar 15 menit setelah tiba di rumah, saat Ricky hendak pamit, sejumlah orang yang disebut sebagai keluarga suaminya datang mengepung dan melakukan penganiayaan.
“Sementara mau pamit pulang saya buka gerbang pintu tiba tiba saudara dari adik suami saya masuk dan langsung melakukan penganiayaan tanpa bertanya terlebih dahulu ” katanya.
Ledy mengaku dipukul menggunakan tongkat hingga mengalami luka di kepala
“Muka saya kemudian dipukul sehingga luka lebam dan hidung saya patah,Sementara Pak Ricky Terik mengalami luka berat di kepala akibat diduga dipukul menggunakan balok.Saat itu Pak Ricky masih memakai helm pada saat pamit pulang, penganiyaan dilakukan di garasi hingga keruang tengah ” jelasnya.
Akibat kejadian tersebut, Ledy mengalami tujuh jahitan di kepala, dua jahitan di pelipis, serta cedera pada hidung. Ia kemudian dibawa ke rumah sakit oleh keluarganya untuk mendapatkan perawatan.
Ledy dan keluarganya tidak menerima tindakan yang dilakukan suami dan keluarganya dan melaporkan tindakan sepihak yang dilakukan oleh Deny dan kelurganya.
“Dia yang pergi meninggalkan saya dan anak satu tahun. Tidak menafkahi saya lahir batin. Kalau dia tahu kalo saya ada menjalin hubungan dengan orang lain datang dan bertanya jangan pakai kekerasan ,” ungkapnya
Iedy nenambahkan bahwa selama mengurus suaminya sakit, suaminya memiliki sifat temperamental serta diduga terlibat judi online.
“Dia bermain judi. meski tidak mengaku saya pernah ke bank dan mencetak struk sebanyak 12 lembar dan setiap hari dia transfer uang ke orang yang namanya berbeda ,sehingga menimbulkan. Kecurigaan saya terhadap Deny . Saya pernah bertanya tetapi tidak mau mengakui hanya menyampaikan permintaan maaf,” jelasnya.
Keluarga meilaporkan ke Polda NTT atas tindakan brutal Deny dan keluarga
Sementara Ayah Ledy, Ferdy Amatae, menjelaskan konflik rumah tangga anaknya telah berlangsung lama. Ia mengaku berada di lokasi saat kejadian penganiayaan.
“Saat saya sampai dia (Ricky) ada terkapar diruang tengah karena dipukul pakai balok dan bukan didalam kamar seperti yang beredar di masyarakat",jelas Ferdy .
Ayah kandung Ledy, Ferdy Amatae, yang selama ini memilih tidak ikut campur dalam urusan rumah tangga anaknya, kini menyatakan sikap tegas.
“Selama ini kami diam demi menghargai rumah tangga mereka. Tatapi dengan terjadi penganiayaan berat seperti ini, saya sebagai ayah dan keluarga besar tidak bisa menerima.Kami tidak pernah menggunakan kekerasan seperti ini kepada anak kami tetapi suami dan keluarganya bisa melakukan hal ini.Jika anak saya ada melakukan hal yang selama ini menjadi kecurigaan pihak Deny datang kita selesaikan dan bicarakan,jika memang tidak bisa terselesaikan dengan baik ya pisah dengan baik baik bukan melakukan tindakan anarkis,Anak saya menikah dengan Deny dia sudah berstatus ASN jadi jangan mereka seenaknya perlakukan anak saya ,” tegas Ferdy.
" Kami keluarga besar Amatae secara resmi telah melaporkan kasus penganiayaan ini ke Polda NTT dengan nomor surat STTLP/B/122/IV/2026/SPKT/POLDA NUSA TENGGARA TIMUR pada Jumat (3/4/2026) dan juga ke bagian Sentra PPA, dan Ledy akan menjelaskan Kepada Walikota Kupang selaku pimpinan setelah masuk kantor .Kami berharap pelaku penganiyaan mendapatkan hukuman yang setimpal,nama Ledy sebagai ASN juga sudah tercenar oleh pemberitaan yang sepihak dan kami berharap pihak kepolisian segera melakukan tindakan tegas",tutup Ferdy Amatae (Novie)
