Atasi Kemiskinan Ekstrem di Sumba Tengah,Undana Petakan Strategi Riset Berdampak

 

INDONESIA PEMBAHARUAN,WAIBAKUL – Universitas Nusa Cendana (Undana) resmi menerjunkan tim ahli guna melakukan intervensi saintifik terhadap persoalan kemiskinan di Kabupaten Sumba Tengah. Dipimpin oleh Ketua Tim Riset Berdampak Sumba Tengah, Prof Dr. Febri Odel Nitbani, S.Si., M.Si, delegasi Undana melakukan audiensi strategis bersama Bupati Sumba Tengah, Paulus S. K. Limu, untuk menyelaraskan program akademis dengan kebijakan pengentasan kemiskinan daerah, Kamis (5/3).


Kunjungan ini menandai dimulainya survei identifikasi masalah yang akan menjadi basis data bagi dosen Undana dalam menjalankan pengabdian masyarakat. Sebagai dukungan nyata, Undana mengalokasikan anggaran sebesar Rp1 miliar untuk memastikan setiap program intervensi memiliki dampak terukur bagi masyarakat Sumba Tengah.


Validasi Akademik terhadap Program “Rumah Mandiri”


Dalam pertemuan tersebut, Prof. Febri dan tim membedah keberhasilan Sumba Tengah sebagai role model penanganan kemiskinan di NTT melalui program Rumah Mandiri. Bupati Paulus menjelaskan bahwa program tersebut telah berhasil menuntaskan 7 dari 14 indikator kemiskinan, meliputi standarisasi hunian layak (atap, lantai, dinding) hingga akses sanitasi dan air bersih bagi kelompok rentan seperti janda dan yatim piatu.


“Sumba Tengah memiliki tantangan sebagai daerah 3T dengan IPM yang masih rendah. Kehadiran tim riset Undana diharapkan mampu memberikan pendekatan multidimensi untuk menyempurnakan indikator yang belum tuntas,” ujar Bupati Paulus di ruang kerjanya.


Sinergi Riset dalam Pemberdayaan Ekonomi PK POM


Selain infrastruktur hunian, tim riset yang dipimpin Prof. Febri juga menyoroti program PK POM Model, sebuah gerakan pemberdayaan ekonomi berbasis aset ternak dan hortikultura. Program yang dibiayai melalui dana bela rasa (non-APBD) ini menyasar tujuh indikator kemiskinan lainnya, termasuk pemenuhan gizi, layanan kesehatan bagi balita stunting, hingga beasiswa abadi menuju Indonesia Emas 2045.


Prof. Febri menekankan bahwa peran Undana adalah melakukan evaluasi berkala terhadap program-program tersebut. Hasil evaluasi akan diintegrasikan ke dalam sistem informasi khusus untuk menjamin keberlanjutan dan ketepatan sasaran intervensi di masa depan.


Transformasi Komoditas: Menanam Sejuta Harapan Kopi Robusta



Sektor perkebunan juga menjadi agenda utama dalam diskusi tersebut. Pemerintah Kabupaten Sumba Tengah kini tengah menggalakkan program PK POM Plus melalui penanaman satu juta pohon kopi robusta. Strategi ini bertujuan mengubah pola pikir petani agar tidak hanya bergantung pada sektor pangan musiman.


Bupati Paulus mengungkapkan bahwa saat ini telah disiapkan 200 ribu bibit kopi dan tanaman pelindung yang akan ditanam pada November mendatang. “Kopi adalah tanaman jangka panjang yang menjadi pengungkit ekonomi. Kami butuh kepakaran Undana untuk memastikan ekosistem perkebunan ini berjalan optimal,” tambahnya.


Komitmen Kemitraan Berkelanjutan


Menutup audiensi, Prof. Febri menyatakan bahwa program “Undana Berdampak” di Sumba Tengah akan dijalankan dengan prinsip ketulusan untuk menurunkan angka kemiskinan. Kolaborasi ini diharapkan tidak hanya menghasilkan luaran ilmiah, tetapi menjadi solusi konkret yang dirasakan langsung oleh masyarakat di desil pendapatan terendah.


Melalui sinergi antara kebijakan “Rumah Mandiri” dan riset akademis Undana, Sumba Tengah optimis dapat menuntaskan seluruh 14 indikator kemiskinan dan menciptakan model pembangunan daerah yang tangguh serta berkelanjutan. (*Novie )