![]() |
| Fernando Pelile Tolok, |
INDONESIA PEMBAHARUAN,KOTA KUPANG -Mahasiswa Universitas Nusa Cendana (Undana) berhasil menembus ketatnya persaingan hibah riset internasional. Fernando Pelile Tolok, mahasiswa Program Studi Budidaya Perairan, Fakultas Peternakan, Kelautan, dan Perikanan (FPKP), resmi dianugerahi Rising Explorer Grant 2026 dari organisasi penjelajah ternama dunia, The Explorers Club, yang berbasis di New York, Amerika Serikat.
Penghargaan prestisius ini diberikan sebagai bentuk dukungan terhadap proyek penelitian Fernando yang berfokus pada perlindungan budidaya rumput laut di Kabupaten Kupang. Melalui skema ini, Fernando memperoleh pendanaan sebesar USD 2.000 (sekitar Rp31,5 juta) untuk memetakan polusi pesisir dan menentukan lokasi budidaya yang aman dari ancaman penyakit ice-ice.

Misi Penyelamatan Rumput Laut NTT
Penyakit ice-ice selama ini menjadi momok bagi petani rumput laut di Nusa Tenggara Timur karena kemampuannya menurunkan kualitas dan volume produksi secara drastis. Penelitian Fernando yang bertajuk “Protecting Seaweed Cultivation in Kupang Regency, Indonesia: Mapping Coastal Pollution and Determining Suitable Cultivation Locations to Reduce Ice-Ice Disease” hadir untuk memberikan solusi berbasis data spasial.
Fernando akan melakukan pemetaan tingkat pencemaran serta analisis kesesuaian lahan guna mengidentifikasi titik koordinat yang paling optimal bagi pertumbuhan rumput laut. Langkah ini diharapkan dapat menciptakan ekosistem budidaya yang berkelanjutan dan meminimalisir kerugian ekonomi bagi masyarakat pesisir di Kabupaten Kupang.(**)
