Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTT: Tanpa komponen Tarif listrik, Inflasi Kota Kupang Masih Berada di Kisaran 2,19 persen

 

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTT, Adidoyo Prakosob dan Walikota  Kupang Christian Widodo  dalam High Level Meeting Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) dan Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) Triwulan I Tahun 2026


INDONESIA PEMBAHARUAN,KOTA KUPANG-Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTT, Adidoyo Prakoso dalam High Level Meeting Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) dan Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) Triwulan I Tahun 2026, mengapresiasi kepemimpinan Wali Kota Kupang Christian Widodo  dalam mendorong digitalisasi dan pengendalian inflasi. Ia menilai pernyataan Wali Kota tentang “mengubah layar” sangat relevan dalam menghadapi dinamika ekonomi dan transformasi digital. “Memang kita tidak bisa mengubah arah angin, tetapi kita bisa beradaptasi. Dan itu membutuhkan peran leader,” ujarnya.


Terkait inflasi, Adidoyo menjelaskan bahwa angka 4,01 persen (year-on-year) pada Februari berada di atas target nasional 2,5±1 persen. Kenaikan ini terutama dipicu tarif listrik dan emas perhiasan. “Tarif listrik menyumbang 1,82 persen year-on-year. Ini efek base effect karena tahun lalu ada diskon,” jelasnya.


Ia menambahkan, tanpa komponen tarif listrik, inflasi Kupang masih berada di kisaran 2,19 persen atau dalam rentang sasaran nasional. BI juga memetakan potensi kenaikan harga komoditas seperti beras, telur ayam ras, bawang, dan cabai menjelang musim perayaan. Untuk itu, BI merekomendasikan operasi pasar pada waktu yang tepat, penguatan sidak pasar dan gudang, serta kampanye belanja bijak.


Selain itu, BI akan mendorong gerakan menanam di pekarangan melalui sekolah dan kelompok masyarakat, serta pengembangan dashboard pangan interaktif untuk memantau pasokan dan harga secara real time. “Digitalisasi penting agar semua tercatat dan bisa dipertanggungjawabkan. Ini juga membantu kepala daerah dalam mengambil keputusan berbasis data,” tutupnya.

Dalam HLM kali ini, Wali Kota memberikan kesempatan kepada sejumlah mitra untuk memaparkan secara singkat kondisi terkini terkait pengendalian inflasi.  Perwakilan  BPS Kota Kupang, menyampaikan perkembangan dan prospek inflasi Kota Kupang. Perum Bulog Kanwil NTT, Memaparkan kondisi ketersediaan beras menjelang HBKN Nyepi, Idul Fitri, dan Paskah Tahun 2026. 



Perwakilan PT PERTAMINA PATRA NIAGA, menyampaikan kondisi ketersediaan bbm menjelang HKBN. PT Pelindo Regional III/Cabang Kupang, menjelaskan aktivitas bongkar muat barang serta kondisi crane di Pelabuhan Tenau Kupang. 

Sementara itu GM PT Angkasa Pura Indonesia Bandara El Tari Kupang menyampaikan informasi terkait tarif angkutan udara serta kondisi arus penumpang dan aktivitas terminal kargo menjelang HBKN. Tim Satgas Pangan Polda NTT, menyampaikan upaya memastikan ketersediaan pasokan dan kelancaran distribusi pangan. Hadir juga  perwakilan akademisi dari Universitas Nusa Cendana, untuk memberikan pandangan dan masukan akademis terkait kondisi perekonomian di Kota Kupang.

High Level Meeting ini diharapkan menjadi forum strategis yang tidak hanya menghasilkan catatan rapat, tetapi langkah konkret menjaga stabilitas harga dan mempercepat transformasi digital demi kesejahteraan masyarakat Kota Kupang.(Novie)