PAD Kota Kupang Menguat 61,46 persen,UMKM Jadi Penggerak Ekonomi Warga




INDONESIA PEMBAHARUAN, KOTA KUPANG –( 4 November 2026) -Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Kupang tahun 2026 menunjukkan perkembangan positif. Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Kupang mencatat realisasi PAD terbesar secara nominal dibandingkan perangkat daerah lainnya, yakni mencapai Rp159,22 miliar dari target Rp265,97 miliar.



Capaian tersebut menjadi salah satu indikator bergeraknya aktivitas ekonomi masyarakat serta besarnya potensi pendapatan daerah yang dapat terus dioptimalkan.


Dalam keterangannya Plt  Kepala Bappeda Kota Kupang, Wildrian Ronald Otta yang akrab di sapa.Andre,menerangkan bahwa peningkatan aktivitas ekonomi masyarakat, terutama melalui sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), menjadi bagian penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.


Menurutnya, berbagai program dan terobosan Pemerintah Kota Kupang di bawah kepemimpinan Wali Kota dan Wakil Wali Kota diarahkan untuk menciptakan peluang ekonomi baru, memperluas ruang usaha masyarakat, sekaligus meningkatkan PAD.


Salah satu program yang menjadi perhatian adalah SABOAK, yang diprogramkan Pemerintah Kota Kupang sebagai wadah bagi pelaku UMKM untuk mempromosikan produk, memperluas pemasaran, serta meningkatkan transaksi penjualan.


"Ini menunjukkan treen positif bagi perekonomian Kota Kupang. Pemerintah terus mendorong berbagai inovasi dan kreativitas agar masyarakat, khususnya pelaku UMKM, memiliki kesempatan untuk mengembangkan usaha dan meningkatkan pendapatan," jelasnya.


Berdasarkan rekapitulasi target dan realisasi PAD perangkat daerah tahun 2026, Bapenda Kota Kupang memiliki target sebesar Rp265.972.811.363 dengan realisasi mencapai Rp159.223.477.147 atau sekitar 59,86 persen.


Sementara itu, Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Kota Kupang menargetkan Rp15.453.177.735 dengan realisasi Rp13.251.522.604 atau 85,75 persen.


RSUD SK Lerik Kota Kupang mencatat target Rp35 miliar dengan realisasi Rp24.297.197.416 atau 69,42 persen.


Dinas Kesehatan Kota Kupang memiliki target Rp1.709.236.000 dengan realisasi Rp1.387.506.000 atau 81,18 persen. Dinas Pertanian menargetkan Rp2,5 miliar dengan realisasi Rp1.302.511.100 atau 52,10 persen.


Selanjutnya, Dinas Perhubungan Kota Kupang dengan target Rp3 miliar dan realisasi Rp1.394.526.000 atau 46,48 persen. Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) menargetkan Rp6 miliar dengan realisasi Rp2.418.285.041 atau 40,30 persen.


Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan menargetkan Rp3,23 miliar dengan realisasi Rp1.240.932.850 atau 38,42 persen. Sedangkan Dinas Kepemudaan dan Olahraga memiliki target Rp100 juta dengan realisasi Rp111.720.500 atau 111,72 persen.


Secara keseluruhan, sembilan perangkat daerah dalam tabel tersebut memiliki target pendapatan sebesar Rp332.965.225.098, dengan realisasi mencapai Rp204.627.678.658 atau sekitar 61,46 persen.


Wildrian menilai, peningkatan PAD harus berjalan seiring dengan pertumbuhan ekonomi masyarakat. Pemerintah tidak hanya mengejar peningkatan angka pendapatan daerah, tetapi juga harus menghadirkan program yang memberikan dampak langsung bagi kehidupan ekonomi warga.


Karena itu, inovasi seperti SABOAK perlu terus dikembangkan agar UMKM lokal memiliki ruang untuk tumbuh, semakin dikenal masyarakat, dan mampu meningkatkan omzet penjualan.


Selain itu, berbagai terobosan pemerintah dalam membuka peluang usaha, memperkuat pemberdayaan ekonomi masyarakat, serta mengoptimalkan potensi daerah diharapkan dapat menjadi kekuatan baru bagi perekonomian Kota Kupang.


Dengan kolaborasi pemerintah dan masyarakat, peningkatan PAD diharapkan tidak hanya memperkuat kemampuan keuangan daerah, tetapi juga membuka lapangan usaha, meningkatkan pendapatan keluarga, dan mendorong kesejahteraan masyarakat Kota Kupang.(Novie)