Julie Laiskodat Bawa Nuansa Baru di Perkemi NTT, Siapkan Kenshi ke Jepang dan Bonus bagi Atlet Berprestasi

 


INDONESIA PEMBAHARUAN,KOTA KUPANg – Kehadiran Julie Sutrisno Laiskodat sebagai Ketua Persaudaraan Shorinji Kempo Indonesia (Perkemi) Nusa Tenggara Timur (NTT) periode 2026-2030 membawa harapan dan nuansa baru bagi perkembangan olahraga Kempo di daerah ini.


Tidak sekadar memimpin organisasi, Julie hadir dengan perhatian besar terhadap masa depan para kenshi (atlet Kempo). Ia ingin memastikan bahwa pembinaan atlet tidak hanya berorientasi pada prestasi dan perolehan medali, tetapi juga menyentuh aspek pendidikan, kesejahteraan, kesehatan hingga peluang masa depan para atlet.


Komitmen tersebut terlihat dalam pelantikan pengurus Perkemi NTT periode 2026-2030 yang dipimpin Julie Sutrisno Laiskodat oleh Ketua Umum Pengurus Besar (PB) Perkemi, Laksamana Madya TNI (Purn) Prof. Dr. Agus Setiadji, di GOR Flobamora Kupang, Minggu (1/11/2026).


Pelantikan yang berlangsung bertepatan dengan HUT ke-48 Perkemi NTT itu turut dihadiri Gubernur NTT sekaligus Ketua KONI NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena.


Di bawah kepemimpinan Julie, Perkemi NTT diharapkan tidak hanya menjadi organisasi olahraga yang melahirkan atlet berprestasi, tetapi juga menjadi rumah pembinaan yang memberikan perhatian terhadap kehidupan dan masa depan setiap kenshi.


23 Ribu Kenshi, Modal Besar Kempo NTT


Dalam sambutannya, Julie mengungkapkan bahwa berdasarkan data Sistem Informasi Perkemi (Simperkemi), jumlah kenshi di NTT mencapai sekitar 23.000 orang. Jumlah tersebut menjadi yang tertinggi dibandingkan provinsi lain di Indonesia.


"Di seluruh 38 provinsi, NTT paling banyak kenshi-nya, kita mendapatkan sekitar 23.000. Karena semangat dari budaya ini, jumlahnya terus bertambah," ungkap Julie.


Baginya, angka tersebut bukan sekadar kebanggaan organisasi, melainkan kekuatan besar yang harus dikelola melalui pembinaan yang terarah dan berkelanjutan.


Julie juga memberikan apresiasi terhadap capaian atlet Kempo NTT yang selama ini telah mengharumkan nama daerah dan Indonesia dalam berbagai kejuaraan regional, nasional hingga internasional.


Ia menilai NTT memiliki sumber daya manusia yang luar biasa. Tantangannya adalah bagaimana potensi tersebut terus dikembangkan melalui pendidikan, kepedulian, keberanian, jaringan yang luas, serta pembinaan fisik dan kesehatan atlet.


"Artinya kita sudah membuktikan bahwa NTT tidak miskin. NTT kaya luar biasa. Yang diperlukan adalah SDM yang cerdas, peduli, berani, memiliki networking, serta kuat secara fisik dan sehat," tegasnya.


Siapkan Kesempatan Kenshi ke Jepang


Salah satu perhatian Julie adalah membuka kesempatan lebih luas bagi para kenshi NTT untuk mendapatkan pengalaman dan meningkatkan kemampuan di tingkat internasional, termasuk melalui fasilitasi kesempatan ke Jepang sebagai pusat perkembangan Shorinji Kempo.


Langkah ini menjadi bagian dari upaya memperluas wawasan, meningkatkan kualitas teknik, serta memberikan pengalaman internasional kepada atlet-atlet potensial NTT.


Selain itu, Julie juga menunjukkan komitmen memberikan perhatian dan penghargaan kepada atlet yang berhasil menorehkan prestasi melalui pemberian bonus.


Baginya, perjuangan atlet dalam membawa nama daerah tidak boleh hanya mendapatkan tepuk tangan dan apresiasi sesaat. Mereka harus memperoleh perhatian nyata sebagai bentuk penghargaan atas kerja keras, disiplin, dan pengorbanan selama menjalani latihan maupun pertandingan.


Bentuk Komisi Cari Duit, Perhatikan Masa Depan Atlet


Hal menarik lainnya dari kepemimpinan Julie adalah gagasan membentuk Komisi Ekonomi dan Kesejahteraan yang diberi nama Komisi Cari Duit.


Komisi ini dirancang untuk memperkuat kemandirian ekonomi organisasi sekaligus menjawab kebutuhan kesejahteraan atlet.


Julie menginginkan agar para kenshi tidak hanya mendapatkan kebanggaan ketika meraih medali, tetapi juga memiliki kesempatan membangun kehidupan yang lebih baik setelah menyelesaikan pendidikan maupun mengakhiri masa aktif sebagai atlet.


Melalui komisi tersebut, Perkemi NTT diharapkan mampu membangun jaringan . (Novie)