INDONESIA PEMBAHARUAN,KOTA KUPANG – Menyambut Hari Pelanggan Nasional, PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Kupang memperkuat pengawasan kualitas Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL) Tahun Anggaran 2026.
Langkah tersebut dilakukan melalui Sosialisasi Pelaksanaan BPBL 2026 yang digelar Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM bersama PT PLN (Persero) secara hybrid, Jumat (28/8/2026).
Kegiatan ini diikuti PLN UP3 Kupang secara langsung serta sejumlah unit PLN UP3 lainnya secara daring. Sosialisasi bertujuan menyamakan pemahaman, memperkuat koordinasi, dan memastikan pelaksanaan BPBL berjalan sesuai ketentuan.
BPBL merupakan program pemerintah bersama PLN untuk membantu masyarakat kurang mampu mendapatkan akses listrik secara mandiri sekaligus mendorong pemerataan energi dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Tidak hanya membahas teknis pelaksanaan, kegiatan juga diwarnai pemeriksaan material listrik dari berbagai vendor. Setiap komponen diperiksa untuk memastikan memenuhi standar teknis, keselamatan ketenagalistrikan (K2), serta ketentuan Standar Nasional Indonesia (SNI).
Manager PLN UP3 Kupang, Nikolas Denis Adrian, mengatakan pengawasan dan koordinasi menjadi bagian penting agar bantuan listrik benar-benar diterima masyarakat secara aman dan berkualitas.
"Sosialisasi ini sangat penting untuk memperkuat koordinasi antara PLN, Kementerian ESDM, mitra pelaksana dan seluruh pihak terkait. Kami ingin memastikan BPBL berjalan sesuai regulasi, tepat sasaran dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujar Denis.
Ia menegaskan, kualitas material menjadi perhatian utama sebelum instalasi listrik dipasang di rumah penerima bantuan.
“Pengecekan material adalah kunci untuk memastikan standar keamanan dan kualitas instalasi listrik. Tidak boleh ada kompromi dalam hal keselamatan masyarakat,” tegasnya.
Sementara itu, General Manager PLN UIW NTT, F. Eko Sulistyono, menegaskan bahwa BPBL bukan hanya tentang menghadirkan sambungan listrik, tetapi juga memberikan manfaat sosial dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
“BPBL adalah wujud nyata kepedulian pemerintah bersama PLN untuk membawa terang hingga ke pelosok Nusa Tenggara Timur. Menyambut Hari Pelanggan Nasional, kami berkomitmen menempatkan kualitas dan keselamatan instalasi sebagai prioritas utama,” ungkap Eko.
Ia berharap pelaksanaan BPBL 2026 dapat memberikan pelayanan terbaik sekaligus mendukung percepatan pemerataan akses listrik di NTT.
Dengan pengawasan yang dilakukan secara berjenjang dan sinergi antara pemerintah, PLN serta mitra pelaksana, program BPBL 2026 diharapkan mampu menghadirkan listrik yang aman, andal dan berkualitas, terutama bagi masyarakat yang selama ini belum menikmati sambungan listrik secara mandiri.(**)
