![]() |
| Dekan Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Kristen Artha Wacana (UKAW), Dr. Lesybeth M. Nubatonis, STP, M.Si. |
Dekan Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Kristen Artha Wacana (UKAW), Dr. Lesybeth M. Nubatonis, STP, M.Si., mengatakan perkembangan teknologi pertanian telah memberikan dampak nyata terhadap efisiensi kerja petani.
Menurutnya, penggunaan alat mekanisasi seperti traktor, combine harvester, hingga drone pertanian telah membantu petani menyelesaikan berbagai tahapan budidaya secara lebih cepat dan efektif. Selain menghemat waktu kerja, teknologi tersebut juga mampu menurunkan biaya operasional serta meningkatkan hasil produksi.
"Walaupun pertumbuhan ekonomi belum dirasakan secara merata di semua daerah, namun terdapat peningkatan yang dapat dilihat dari semakin luasnya penggunaan teknologi mekanisasi pertanian. Teknologi membuat pekerjaan petani lebih efisien, biaya produksi lebih rendah, waktu kerja lebih singkat, dan produktivitas meningkat," ujarnya.
Lebih lanjut, Lesybeth menjelaskan bahwa peluang di bidang teknologi pertanian juga semakin terbuka lebar seiring meningkatnya kebutuhan industri terhadap berbagai inovasi. Inovasi tersebut mencakup teknologi pengemasan, pengawetan hasil pertanian, pengembangan pangan fungsional, hingga pemanfaatan limbah atau hasil samping pertanian menjadi produk bernilai ekonomi tinggi.
Menurutnya, pengembangan inovasi tersebut tidak hanya meningkatkan kualitas produk, tetapi juga memberikan nilai tambah yang mampu memperkuat daya saing komoditas pertanian di pasar.
"Jika dikaitkan antara sektor pertanian dan teknologi pertanian, saat ini terlihat tren pertumbuhan yang positif, terutama dalam pengembangan teknologi, pengolahan hasil pertanian, serta peningkatan nilai tambah produksi. Ini menjadi peluang besar bagi dunia pendidikan, industri, dan para petani untuk terus berkolaborasi dalam menciptakan pertanian yang lebih maju dan berkelanjutan," pungkasnya.(Novie)
