INDONESIA PEMBAJARUAN, KOTA KUPANG Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Nusa Tenggara Timur (NTT), Bobby Lianto, memimpin roadshow pelantikan pengurus KADIN Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) dan Kabupaten Belu pada 20–21 Juli 2026.
Kegiatan tersebut sekaligus dimanfaatkan untuk memperkuat sinergi dunia usaha dalam mendorong percepatan pembentukan Free Trade Zone (FTZ) di wilayah perbatasan Indonesia–Timor Leste.
Dalam roadshow tersebut, Bobby Lianto didampingi jajaran KADIN NTT, yakni Koordinator Wakil Ketua Umum Bidang Ekonomi sekaligus Ketua Satgas Percepatan FTZ Christopher Samara, Wakil Ketua Umum Dedy Gunawan Tanjung dan Safri Rauf, Koordinator Wilayah Malaka Ricky Kasmetan, Direktur Eksekutif KADIN NTT Mercy Siubelan, anggota Satgas Percepatan FTZ Micky Natun dan Muhammad, serta pengusaha muda UMKM Ramon Siubelan, pemilik Mayron Food yang dikenal dengan produk rendang tuna.
Pelantikan pertama berlangsung pada Senin, 20 Juli 2026, pukul 16.00 WITA di Rumah Makan Cafetera, Kefamenanu.
Dalam kesempatan itu, Bobby Lianto melantik Dwiyanto Tantry Senak sebagai Ketua KADIN Kabupaten Timor Tengah Utara masa bakti 2026–2031 beserta jajaran pengurusnya.
Acara tersebut dihadiri Pemerintah Kabupaten TTU yang diwakili Asisten III Setda TTU, Wilhelmus Meko, ST, serta sejumlah unsur Forkopimda, pelaku usaha, dan tamu undangan.
Selanjutnya, roadshow berlanjut ke Kabupaten Belu pada Selasa, 21 Juli 2026, bertempat di Aula Rumah Jabatan Bupati Belu.
Bobby Lianto melantik Alberthus Baliban Tanu sebagai Ketua KADIN Kabupaten Belu beserta jajaran pengurus masa bakti 2026–2031.
Pada kesempatan yang sama juga dilantik Charlie Widodo sebagai Ketua Dewan Pertimbangan KADIN Belu bersama Michael Tanjung.
Pelantikan tersebut dihadiri langsung oleh Bupati Belu, Willybrodus Lay, serta Ketua DPRD Kabupaten Belu, Theodorus Manehitu Djuang, bersama unsur pemerintah daerah dan pelaku usaha.
Dalam arahannya, Bobby Lianto menegaskan bahwa roadshow ini tidak hanya menjadi agenda pelantikan pengurus, tetapi juga memperkuat komitmen KADIN dalam mengawal percepatan pembentukan Free Trade Zone (FTZ) di tiga kabupaten perbatasan, yakni Belu, TTU, dan Malaka.
Menurutnya, KADIN NTT telah membentuk Satgas Percepatan FTZ sejak dua tahun lalu yang dipimpin Christopher Samara.
Satgas tersebut terus melakukan komunikasi intensif dengan pemerintah kabupaten, Pemerintah Provinsi NTT, pemerintah Timor Leste, hingga Kamar Dagang dan Industri (CCI) Timor Leste untuk mendorong terwujudnya kawasan perdagangan bebas yang diyakini akan membuka peluang investasi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat perbatasan.
"Kepentingan utama dari FTZ adalah memberikan manfaat bagi dunia usaha sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Karena itu KADIN terus mengawal proses ini bersama seluruh pemangku kepentingan," ujar Bobby.
Ia juga mengungkapkan bahwa KADIN mendorong pemerintah Kabupaten TTU, Belu, dan Malaka membentuk tim Satgas FTZ di masing-masing daerah.
Mulai bulan depan, seluruh pihak akan menggelar pertemuan rutin setiap bulan bersama mitra strategis, termasuk Artha Graha, untuk membahas konsep pembentukan FTZ sekaligus menyusun langkah-langkah percepatan bersama pemerintah provinsi dan pemerintah pusat.
Sementara itu, Ketua DPRD Kabupaten Belu, Theodorus Manehitu Djuang, menyampaikan dukungannya terhadap percepatan FTZ.
Menurutnya, pembangunan kawasan perdagangan bebas tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah dan dunia usaha, tetapi juga membutuhkan dukungan legislatif.
Ia mengungkapkan bahwa DPRD dari tiga kabupaten perbatasan telah melakukan pertemuan dan menghasilkan rekomendasi bersama sebagai bentuk dukungan terhadap percepatan FTZ.
"Ini bukan hanya urusan dunia usaha atau pemerintah. DPRD dari tiga kabupaten perbatasan juga telah membangun kesepahaman dan menghasilkan rekomendasi. Mari kita bekerja bersama untuk membangkitkan perekonomian Nusa Tenggara Timur melalui kawasan perbatasan," ujarnya.(**)
