Mahasiswi Undana Viral, Kampus Investigasi Dugaan 12 Kali Batal Ujian

 



INDONESIA PEMBAHARUAN,KOTA KUPANG – Universitas Nusa Cendana (Undana) membentuk tim investigasi untuk menelusuri dugaan perlakuan tidak adil terhadap mahasiswi Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM), Jessica Sofia Tunardjo. Langkah tersebut diambil setelah video yang memperlihatkan Jessica menangis histeris di pelukan orang tuanya viral di media sosial.

Dalam unggahan yang beredar, disebutkan Jessica diduga mengalami tekanan akibat persoalan akademik. Orang tuanya juga mengklaim putrinya telah 12 kali batal mengikuti ujian karena berbagai kendala, termasuk kesibukan dosen penguji. Bahkan, sehari sebelum pelaksanaan ujian, Jessica disebut diminta mengganti dosen penguji.

Menanggapi informasi yang berkembang, Wakil Rektor IV Bidang Perencanaan, Kerja Sama, dan Sistem Informasi Undana, Prof. Philiphi de Rozari, menegaskan pihak universitas tidak mentoleransi segala bentuk kekerasan maupun perlakuan yang merugikan mahasiswa.

Menurutnya, Undana saat ini masih melakukan investigasi untuk memperoleh fakta secara utuh sebelum mengambil kesimpulan maupun menetapkan langkah lebih lanjut.

Sementara itu, Dekan Fakultas Kesehatan Masyarakat, Prof. Dr. Ir. Apris A. Adu, mengatakan pihak fakultas segera menggelar rapat koordinasi setelah mengetahui informasi tersebut. Rapat melibatkan unsur pimpinan fakultas, dosen pembimbing, dan pihak terkait guna menghimpun berbagai keterangan.

Ia menjelaskan, proses klarifikasi belum sepenuhnya dapat dilakukan karena salah satu dosen penguji masih berada dalam suasana duka, sementara dosen pembimbing utama masih berada di Timor Leste.

Usai rapat koordinasi, jajaran fakultas mengunjungi Jessica yang sedang menjalani perawatan di Rumah Sakit Wirasakti untuk memberikan dukungan moral dan memastikan kondisi kesehatannya.

Menurut Prof. Apris, seluruh tahapan akademik Jessica telah diselesaikan, mulai dari perkuliahan, seminar proposal, hingga penelitian. Saat ini, Jessica hanya tinggal mengikuti ujian hasil dan ujian skripsi.

Terkait dugaan pembatalan ujian sebanyak 12 kali, pihak fakultas memastikan akan meminta klarifikasi langsung dari Jessica setelah kondisinya membaik. Penjelasan juga akan dimintai dari dosen pembimbing maupun dosen penguji agar seluruh informasi dapat diverifikasi secara objektif.

Undana menegaskan proses investigasi dilakukan secara adil dan profesional dengan memberikan kesempatan yang sama kepada semua pihak untuk menyampaikan keterangan.

Mengenai kemungkinan pemberian sanksi apabila ditemukan pelanggaran, Prof. Philiphi menyatakan keputusan baru akan diambil setelah investigasi selesai. Ia menegaskan mekanisme pemberian sanksi telah diatur sesuai ketentuan yang berlaku, mulai dari sanksi ringan, sedang, hingga berat, bergantung pada hasil pemeriksaan.

Hingga berita ini diturunkan, proses investigasi masih berlangsung dan pihak Undana belum menyampaikan kesimpulan resmi terkait dugaan yang beredar di media sosial.(**)