INDONESIA PEMBAHARUAN, KOTA KUPANG – Kota Kupang mencatat inflasi tahunan (year on year/yoy) tertinggi di Nusa Tenggara Timur (NTT), yakni mencapai 4,02 persen pada Juni 2026. Menyikapi kondisi tersebut, Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi NTT bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Kupang menggelar Operasi Pasar di halaman Kantor Perumda Pasar Kota Kupang, Kecamatan Oebobo, Senin (27/7/2026).
Kegiatan ini bertujuan menjaga stabilitas harga sekaligus memastikan ketersediaan bahan pangan dengan harga terjangkau bagi masyarakat. Komoditas yang dijual mengacu pada Harga Acuan Penjualan (HAP) dan tidak melebihi Harga Eceran Tertinggi (HET).
Operasi Pasar merupakan hasil sinergi Pemerintah Kota Kupang, Bank Indonesia Provinsi NTT, Perum Bulog Kanwil NTT, Perumda Pasar Kota Kupang, perangkat daerah yang tergabung dalam TPID, serta enam distributor pangan.
Dalam kegiatan tersebut disediakan sekitar 2 ton beras, 120 liter minyak goreng, 50 kilogram bawang merah, 50 kilogram bawang putih, 50 kilogram cabai, 100 kilogram telur, dan 40 kilogram ikan segar.
Selain operasi pasar, BI juga menghadirkan edukasi transaksi digital melalui QRIS Experience yang diikuti lebih dari 200 peserta. Program ini bertujuan meningkatkan literasi masyarakat terhadap pembayaran non-tunai sekaligus memperluas penggunaan QRIS di lingkungan pasar tradisional.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kota Kupang, Muhammad Khairil, mengatakan Operasi Pasar menjadi langkah nyata pemerintah dalam mendekatkan akses masyarakat terhadap kebutuhan pokok serta menjaga kecukupan pasokan pangan.
Sementara itu, Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTT, Rio Khasananda, menjelaskan bahwa inflasi NTT pada Juni 2026 tercatat sebesar 3,56 persen (yoy), sedangkan Kota Kupang mencapai 4,02 persen (yoy) atau menjadi yang tertinggi di wilayah penghitungan inflasi di NTT.
"Karena itu, stabilisasi harga di Kota Kupang menjadi langkah strategis untuk menjaga daya beli masyarakat sekaligus mendukung pengendalian inflasi Provinsi NTT," ujarnya.
Operasi Pasar dibuka oleh Asisten II Sekretariat Daerah Kota Kupang Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Ignasius Repelita Lega, yang mewakili Pemerintah Kota Kupang. Ia menegaskan pentingnya kolaborasi seluruh pemangku kepentingan dalam menjaga stabilitas harga dan ketersediaan pangan.
Kegiatan ini juga menjadi bagian dari Gerakan Pengendalian Inflasi dan Pangan Sejahtera (GPIPS) Balinusra 2026 yang mengusung tema "Sinergi Peningkatan Produktivitas dan Distribusi untuk Stabilitas Pangan di Tengah Tantangan Iklim dan Dinamika Pariwisata".
Melalui GPIPS Balinusra 2026, pemerintah dan Bank Indonesia memperkuat pengendalian inflasi dari hulu hingga hilir melalui kerja sama antardaerah, dukungan sarana dan prasarana pertanian, penguatan distribusi pangan, hingga peluncuran Program SIGAP (Sinergi Pengendalian Inflasi dan Hilirisasi) Cabai untuk mendukung urban farming di Kota Kupang yang menyasar siswa SMA/SMK.
Program tersebut diharapkan mampu menjaga inflasi tetap berada dalam sasaran nasional, memperkuat ketahanan pangan, meningkatkan produksi, membuka lapangan kerja, serta mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.
Jika diinginkan, saya juga dapat �membuat versi berita ini lebih singkat dan bergaya media cetak atau portal berita seperti Kompas, Antara, atau Detik.(**)
