INDONESIA PEMBAHARUAN,KOTA KUPANG Kinerja penjualan eceran Kota Kupang pada Mei 2026
didiperkirakan tetap terjaga. Hal ini
tercermin dari prakiraan IPR Mei 2026 sebesar 64,79 atau tumbuh 6,49% (yoy),
namun tidak setinggi kinerja bulan sebelumnya yang tumbuh 7,77% (yoy).
Prakiraan kinerja penjualan eceran Mei 2026 yang tumbuh positif ditopang oleh
Kelompok Peralatan Informasi dan Komunikasi; Kelompok Kendaraan, dan Kelompok
Perlengkapan Rumah Tangga Lainnya. Di sisi lain, beberapa kelompok komoditas
diprakirakan mengalami penurunan kinerja, antara lain Kelompok Suku Cadang dan
Aksesori; Kelompok Bahan Bakar Kendaraan Bermotor; dan Kelompok Barang Budaya
dan Rekreasi.
Secara bulanan, atau month to month, kinerja
penjualan eceran di Kota Kupang pada Mei 2026 diprakirakan membaik jika
dibandingkan bulan sebelumnya. Perkembangan
kinerja penjualan eceran meningkat meski masih mengalami koreksi terbatas
-0,004% (mtm) dari bulan April yang terkoreksi sebesar -17,15% (mtm). Perbaikan
ini didukung momentum HBKN Kenaikan Yesus Kristus, Iduladha, dan Waisak yang
meningkatkan permintaan makanan dan minuman, sandang, dan rekreasi. Prakiraaan
IPR NTT sejalan dengan prakiraan IPR Nasional pada Mei 2026 yang tetap
terjaga secara tahunan dengan IPR 225,0 dan secara bulanan membaik dengan
prakiraan sebesar -0,9% (mtm) yang dipengaruhi
oleh permintaan masyarakat pada periode Hari Besar Keagamaan Nasional
(HBKN) Kenaikan Yesus Kristus, Idul Adha, dan Waisak.
Dari sisi harga, tekanan inflasi 3 bulan yang akan
datang, yaitu pada Juli 2026 diprakirakan menurun, sementara tekanan inflasi 6
bulan yang akan datang, yaitu pada Oktober 2026 diprakirakan meningkat. Hal ini tercermin dari Indeks Ekspektasi Harga (IEH) Juli
2026 yang tercatat sebesar 194,7, lebih rendah dibandingkan dengan periode
sebelumnya yang sebesar 200,0, didukung oleh meredanya tekanan permintaan
seiring tidak terdapatnya faktor musiman maupun HBKN yang signifikan pada
periode tersebut. Sementara itu, IEH Oktober 2026 tercatat sebesar 197,6, lebih
tinggi dari periode sebelumnya yang sebesar 190,5 yang dipengaruhi ekspektasi
penurunan pasokan komoditas pangan akibat musim kemarau pada kondisi iklim El
Nino.(**)
Kupang, 11 Juni 20
