![]() |
| Ketua DPD REI NTT ,Candra Sentosa |
INDONESIA PEMBAHARUAN,KOTA KUPANG - Momentum peringatan Hari Buruh Internasional yang jatuh pada 1 Mei 2026, dalam pandangan dari pimpinan DPD Real Estate Indonesia (REI) NTT Candra Sentosa secara umum menekankan pada kesejahteraan buruh melalui akses hunian dan jaminan perlindungan sosial.
Pimpinan REI NTT memandang Hari Buruh sebagai momentum untuk memperjuangkan hak buruh dalam mendapatkan rumah yang layak.
Hal itu diwujudkan dengan di gelarnya Expo REI dengan menawarkan rumah bersubsidi bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR), termasuk para buruh.
Pada saat mengikuti Rakerda HIPMI NTT yang di gelar di Hotel Harper Kupang pada Jumat 1 mei 2026 ,Pimpinan REI NTT menyampaikan bahwa hari buruh merupakan momen penting mendorong pemerintah daerah memberikan kemudahan seperti penghapusan BPHTB (Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan) agar harga rumah semakin terjangkau bagi pekerja khususnya buruh pekerja.
"Sebagai ketua DPD REI NTT saya memberi apresiasi kepada walikota Kupang dr Christian Widodo yang telah memberi kemudahan dengan BPHTP (Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan) penghapusan ).Kami akan bertemu dengan beliau untuk membicarakan lebih dalam terkait BPHTP dan bagaimana menciptakan ekosistem kerja yang harmonis di NTT, di mana kesejahteraan buruh meningkat seiring dengan pertumbuhan industri properti dan ekonomi daerah,"ucap Candra.
Saat di mintai pendapatnya terkait undang undang outsorching bagi pekerja, Ketua DPD REI NTT Chandra menegaskan bahwa melihat kondisi perekonomian untuk saat ini dalam keadaan tidak stabil sehingga dengan adanya outsorhcing tentu sangat diperlukan koordinasi dan pemikiran secara bersama dari pihak pengusaha dan pekerja. Dan tentunya kepada Pemerintah kita berharap bagaimana bisa mengeluarkan kebijakannya untuk para buruh dengan menggunakan kartu Indonesia pintar sebagai alat untuk mendapatkan fasilitas secara gratis khusunya bagi buruh yang layak untuk mandapatkannya.Untuk kita ketahui bahwa keadaan saat ini tidak menguntungkan bagi para pengusaha secara utuh,Sementara untuk membantu pekerja pada kondisi saat ini dengan keadaan ekonomi yang tidak stabil tentunya sangat mengganggu,,dimana pendapatan dan operasional perusahaan swasta dalam keadaan tidak stabil
" Di Hari buruh ini mati kita bersama - sana maju,bila ada masalah mari di selesaikan dengan berkomunikasi secara terbuka dan tentu perlu adanya kolaborasi bersama antara pengusaha dan pekerja .Secara singkat, Hari Buruh bukan hanya tentang perayaan, melainkan aksi nyata dalam memberikan hunian sebagai fondasi kesejahteraan dan jaminan perlindungan bagi setiap pekerja di NTT,"tutup Candra .(Novie)
