Tingkat Nasional Inflasi di NTT sebesar 1,1persen Masih Terkendali

Jumpa Pers bersama awak media Kepala Badan Pusat Statistik  Provinsi NTT  Kepala BPS NTT, Matamira B. Kale, S.Si., M.Si


INDONESIA PEMBAHARUAN,KOTA KUPANG - Dalam Jumpa Pers bersama awak media Kepala Badan Pusat Statistik  Provinsi NTT  Kepala BPS NTT, Matamira B. Kale, S.Si., M.Si menyampaikan  angka inflasi Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) untuk bulan  Februari 2026,Secara bulanan atau month-to-month (m-to-m) di Aula kantor BPS Provinsi NTT Senin 02/03/2026.



Di sampaikan  Matamira bahwa Provinsi NTT mengalami yang namanya  inflasi sebesar 0,45 persen. Berdasarkan Angka ini menunjukkan adanya kenaikan harga barang dan jasa yang dikonsumsi masyarakat dibandingkan bulan sebelumnya.


Inflasi m-to-m merupakan tolak ukur  perubahan  harga konsumen dari bulan ke bulan sebelumnya. Jika terjadi peningkatan  harga barang dan jasa maka terjadi inflasi, sementara terjadinya  penurunan disebut deflasi. 



Kepala BPS NTT, Matamira B. Kale menjelaskan  bahwa pada Januari 2026 terjadi inflasi  sebesar 1,1 persen, berdasarkan  data ini jika dibandingkan dengan angka nasional, inflasi NTT masih relatif terkendali.


Di sampaikan kepala BPS NTT bahwa untuk wilayah di NTT  Kota Kupang tercatat sebagai daerah dengan inflasi tertinggi yakni sebesar 0,71 persen, sementara  Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) mengalami inflasi terendah sebesar 0,03 persen. 


Perbedaan ini, kata Matamira, menunjukkan adanya variasi tekanan harga di masing-masing wilayah, yang dipengaruhi oleh faktor distribusi, pasokan, serta kondisi pasar lokal.


Kenaikan inflasi pada Februari 2026 juga dipengaruhi oleh faktor pembanding dengan periode yang sama tahun sebelumnya. (NB)