![]() |
| Kepala BPS Prov NTT Mattamira B Kale saat konfrensi Pers |
INDONESIA PEMBAHARUAN KOTA KUPANG - Berdasarkan data terbaru dari Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Nusa Tenggara Timur per 1 April 2026, kinerja ekspor NTT memang menunjukkan tren penurunan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
Nilai Ekspor Nusa Tenggara Timur Januari–Februari 2026 mencapai US$ 9,72 juta atau turun 19,66 persen dibanding periode yang sama tahun 2025 sementara pada Ekspor non migas periode Januari–Februari 2026 yang mencapai US$ 9,33 juta, turun sebesar 20,32 persen dibanding periode yang sama tahun 2025 hal ini di sampaikan kepala BPS Provinsi NTT Mattamira B .kale saat jumpa pers di aula kantor BPS Prov NTT Rabu 1 April 2026.
Untuk di ketahui bahwa Nilai ekspor Nusa Tenggara Timur bulan Februari 2026 mencapai US$ 4,53 juta atau turun 24,79 persen dibanding Februari 2025. Ekspor non migas Februari 2026 mencapai US$ 4,33 juta, turun 24,85 persen dibandingkan Februari 2025.
Sementara untuk Impor Nusa Tenggara Timur Januari–Februari 2026 mencapai US$ 0,71 juta dengan total volume mencapai 1.881,45 ton. Nilai ini naik 97,88 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2025.
Nilai impor Nusa Tenggara Timur Februari 2026 sebesar US$ 0,48 juta, naik 120,97 persen dibandingkan Februari 2025.
Penurunan Nilai Ekspor Total: Sepanjang tahun 2025, total nilai ekspor NTT tercatat sebesar US$ 76,64 juta, yang merupakan penurunan sebesar 8,64% dibandingkan tahun 2024.
Terlihat dari expor Negara Tujuan Utama: Timor Leste yang menjadi mitra dagang utama dengan kontribusi US$ 60,42 juta. Namun, nilai ekspor ke wilayah ini juga menyusut sekitar 1,27%.
Berdasarkan Neraca Perdagangan: Meski nilai ekspor menurun, neraca perdagangan NTT tetap mengalami surplus sebesar US$ 64,24 juta sepanjang tahun 2025 karena nilai impor yang jauh lebih rendah.
Kondisi ini dipengaruhi oleh tantangan global dan domestik, termasuk fluktuasi harga komoditas serta kendala logistik yang masih menjadi perhatian pemerintah daerah dalam Rencana Strategis Dinas Perindustrian dan Perdagangan 2024-2026. ( Novie Billik )
