INDONESIA PEMBAHARUAN, KOTA KUPANG - Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Nusa Tenggara Timur (NTT), Rosye Maria Hedwine dalam “Ruang Temu Pentahelix: Berbagi Makna, Meluaskan Aksi” dengan spirit AU BISAA (Kepemimpinan Perempuan : Berdaya melalui Energi Hijau, menuju desa Aman Bencana, yang di selenggarakan CIS Timor melalui program WE for JET di dukung Penabulu Foundation dan Oxfam Australia, serta berkolaborasi dengan program PAR CORRECT IV yang didukung Catholic Relief Services (CRS) dan MACP menyampaikan apresiasi yang tinggi pada, jumat (12/03/2026)di Swissbellin Hotel .
Dalam sambutannya Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Nusa Tenggara Timur (NTT), Rosye Maria Hedwine menyampaikan bahwa kegiatan yang di selenggarakan oleh CIS TiMor sejalan dengan program pemerintah Nusa Tenggara Timur dalam membangun NTT menuju masyarakat sejahtera"NTT memiliki semangat gotong royong dalam setiap program pembangunan karena itu saya berharap kegiatan ini tidak terhenti pada diskusi semata tetapi mampu melahirkan aksi nyata memperkuat jaringan kolaborasi serta mendorong kebijakan dan program yang inklusif,pengelolaan energi dan sumber daya alam dan pastinya setiap pembangunan energi hijau di NTT. Kita pastikan peran perempuan, masyarakat biasa serta saudara-saudara kita penyandang disabilitas merupakan bagian penting dalam pembangunan. Kegiatan ini menjadi langkah awal untuk memperluas aksi bersama dalam membangun NTT maju sehat cerdas sejahtera sesuai visi misi Gubernur, membangun NTT maju sehat"tutur Kadis ESDM.
Di tambahkannya lagi bahwa kolaborasi yang dilakukan oleh CIS Timor dan beberapa stakeholder terkait dalam upaya meningkatkan energi hijau di Provinsi Nusa Tenggara Timur merupakan langkah yang penting dan harus di tindak lanjuti dan tidak menutup kemungkinan energi terbarukan bisa dibuatkan Perda.
Disampikan kadis bahwa dalam wacana pembentukan perda masih menunggu dari pusat,
"Sebenarnya kami sudah memiliki dokumen rencana umum energi daerah dengan bantuan dari projek mentari, namun memang belum bisa di perdakan hal ini disebabkan belum ada regulasi setingkat di atasnya seperti rencana umum energi nasional yang belum ditetapkan hingga saat ini. kami masih menunggu manakala itu rencana umum energi nasional itu yang sudah ditetapkan.Sebenarnya bisa saja berjalan sambil menunggu rencana umum energi nasional, ketika kami melakukan komunikasi dengan kementerian pusat ",ungkapnya lagi .
Saat di mintai pendapatnya terkait kurangnya pemahaman masyarakat akan Energi Terbarukan Rosye Maria Hedwin menjawab,
" Pemahaman masyarakat akan informasi Energi Terbarukan di akui masih belum maksimal dan tersentuh,kita sudah melakukan berbagai upaya dalam mensosialisasikan Energi Terbarukan, untuk itu kami dari dinas energi dan sumber daya mineral itu sudah melakukan kerja sama dengan dinas pendidikan Provinsi,kami sudah melakukan rapat koordinasi di tahun 2025 terkait upaya bagaimana bisa memasukkan yang namanya energi baru terbarukan itu di dalam muatan lokal.Di awal bulan kemarin itu kami sudah bersama dengan Dinas Pendidikan melakukan semacam pelatihan Bimtek di ikuti 22 guru SMK yang mewakili 22 kabupaten,kota untuk menyusun modul modul muatan lokal yang di dalamnya itu berisikan terkait Energi Baru Terbarukan. Jadi sudah ada langkah yang kami lakukan ",tutup Kadis ESDM .
