![]() |
| Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Nusa Tenggara Timur, Adi Doyo Prakoso menyampaikan materi dalam Acara Sinergi Stabilitas dan Penguatan Pertumbuhan Ekonomi NTT Tahun 2026 |
INDONESIA PEMBAHARUAN,KOTA KUPANG-Dalam Sasando Dia (Sante-sante duduk ba omong deng meDia )Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Nusa Tenggara Timur, Adi Doyo Prakoso menyampaikan materi dalam Acara Sinergi Stabilitas dan Penguatan Pertumbuhan Ekonomi NTT Tahun 2026 pada Senin, 2 Maret 2026.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Nusa Tenggara Timur, Adi Doyo Prakoso menyampaikan rasa optimis akan pertumbuhan perekonomian di NTT yang terus meningkat pada tahun awal tahun 2026 berdasarkan meningkatnya konsumsi rumah tangga dan investasi, meskipun banyaknya tekanan akibat dinamika politik.
Terjadinya pertumbuhan ekonomi di NTT turut mendorong peningkatan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) per kapita NTT pada 2025 menjadi Rp25,84 juta per tahun, naik Rp1,57 juta dibandingkan tahun 2024. Sementara dari sisi stabilitas harga, inflasi NTT juga tetap terkendali di angka 2,39 persen atau berada dalam sasaran nasional 2,5+1 persen.
Disampaikan Adi Doyo Prakoso bahwa ada tiga faktor utama yang turut berperan menopang pertumbuhan ekonomi NTT pada 2025
- Pertama, peningkatan produksi pertanian. -Kedua, meningkatnya aktivitas perdagangan seiring akselerasi program ekspor. -Ketiga, perbaikan neraca perdagangan yang memberikan kontribusi positif terhadap PDRB.
Selain menjaga stabilitas makroekonomi, BI NTT juga terus mendorong digitalisasi transaksi keuangan daerah. Sepanjang 2025, volume transaksi QRIS di NTT yang mencapai 75 juta transaksi. Atas capaian tersebut, Provinsi NTT meraih TP2DD Award 2025 sebagai provinsi terbaik kawasan Nusa Tenggara, Maluku, dan Papua.
Di tambahkan kepala Perwakilan Bank Indonesia NTT bahwa dinamika global yang terjadi saat ini khususnya Perang di Timur Tengah tentunya akan berdampak pada perekonomian Indonesia, termasuk di NTT, tetapi kita harus optimis sejauh efek perekonomian di NTT masih berjalan dan bertumbuh dampak perang tidak menjadi tekanan pada perekomian di NTT tetapi perlu Juga tingkatkan kewaspadaan akibat pengaruh situasi politik yang terjadi ",ujar Adi Doyo Prakoso.(*Novie)
