![]() |
| Dalam ramah tamah bersama wartawan ,wagub tegaskan cara penanggulangi dana pencargaan hiv /Aids di kota Kupang |
Wagub NTT menyampaikan bahwa penyebaran HIV di NTT sudah berada pada fase yang memprihatinkan di sebabkan karena banyak kasus terjadi menimpa Ibu rumah tangga dan anak- anak usia produktif yang di sebabkan akibat pergaulan bebas.
"Banyak kasus yang belum terdeteksi dan berpotensi menularkan secara luas yang di sebabkan pergaulan seperti Sex bebas dan berganti pasangan .HIV merusak masa depan, serta menghancurkan keluarga serta membunuh harapan generasi muda ",tegas Johni.
Berdasarkan data Penularan dalam Keluarga bulan September 2025,dengan jumlah kasus HIV/AIDS di Kota Kupang mencapai 2.543 kasus, termasuk penambahan kasus baru, dengan kelompok tertular tertinggi adalah Ibu Rumah Tangga (IRT) dan populasi kunci seperti pelajar/mahasiswa, yang menunjukkan peningkatan serius ,salah satu penyebab utama meningkatnya HIV di kota Kupang Hubungan seksual bebas disusul penularan pada Lelaki Seks Lelaki (LSL).
Menurut Wagub NTT Johni Asadoma fakta paling mengerikan dari HIV/AIDS, yakni penularan berantai dalam keluarga. ketika seorang ayah menularkan HIV kepada ibu, lalu berlanjut ke anak, maka yang hancur bukan hanya tubuh, tetapi seluruh sendi kehidupan keluarga.
“Ini bukan teori Korbannya sudah banyak ,dan itu sangat memprihatinkan. Kami pemerintah tengah berusaha bersama instansi terkait untuk menanggulangi penyebarannya agar tidak meluas,” ujarnya.
Ia menilai masyarakat masih keliru menganggap HIV sebagai isu kelompok tertentu. Padahal, virus ini tidak mengenal batas sosial, agama, atau status ekonomi.
Johni menegaskan bahwa pendekatan lunak berupa imbauan moral tidak lagi mempan menghadapi ancaman HIV/AIDS. Ia menuntut gerakan kolektif dan terbuka dari seluruh elemen masyarakat.
Wagub NTT juga berharap awak media memberitakan berita terkait HIV dengan sebab akibat yang di timbulkan ketika terjangkit virus HIV / Aids .
Edukasi publik, menurutnya, harus dilakukan secara terang, jujur, dan berkelanjutan, karena bahaya terbesar justru datang dari kasus-kasus yang belum teridentifikasi.
Dalam pernyataannya, Johni juga mengaitkan persoalan HIV/AIDS dengan tingginya angka stunting di NTT.
Ia menyebut keduanya lahir dari akar masalah yang sama: kelalaian dan egoisme orang dewasa terhadap hak anak.
"Jikalau anak-anak tumbuh sehat dan kuat, bangsa ini akan tumbuh sehat. Tapi jika. kita abai, maka kita sedang menyiapkan kehancuran secara perlahan,kita akan terus.melakukan berbagai upaya pencegahan HIV dengan bekerja sama berbagai instansi, biak sinoita maupun kabupaten ",ujarnya.(Novie)
