Waspada ,HIV/AIDS Meningkat di kota Kupang,Wagub Tegaskan Tingkatkan Kewaspadaan Warga

Dalam ramah tamah bersama wartawan ,wagub tegaskan cara penanggulangi  dana pencargaan hiv /Aids di kota Kupang 


INDONESIA PEMBAHARUAN, KOTA KUPANG-Dalam agenda silaturahmi Natal dan tahun baru bersama wartawan, Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur, Johni Asadoma, menekankan tingginya bahaya HIV/AIDS yang terjadi dikalangan  ibu rumah tangga dan anak muda khususnya usia produktif pada Jumat  2 Januari 2026 di rumah jabatan Wakil  Gubernur NTT.



Wagub NTT menyampaikan bahwa  penyebaran HIV di NTT sudah berada pada fase yang memprihatinkan di sebabkan karena banyak kasus terjadi menimpa Ibu rumah tangga dan  anak- anak usia produktif yang di sebabkan  akibat  pergaulan bebas.


"Banyak kasus yang belum terdeteksi dan berpotensi menularkan secara luas  yang di sebabkan pergaulan  seperti Sex bebas dan berganti pasangan .HIV  merusak masa depan, serta  menghancurkan keluarga serta  membunuh harapan generasi  muda  ",tegas Johni.


Berdasarkan data Penularan dalam Keluarga  bulan September 2025,dengan  jumlah kasus HIV/AIDS di Kota Kupang mencapai 2.543 kasus, termasuk penambahan kasus baru, dengan kelompok tertular tertinggi adalah Ibu Rumah Tangga (IRT) dan populasi kunci seperti pelajar/mahasiswa, yang menunjukkan peningkatan serius ,salah satu penyebab utama meningkatnya HIV di kota Kupang Hubungan seksual  bebas  disusul penularan pada Lelaki Seks Lelaki (LSL).


Menurut Wagub NTT Johni Asadoma   fakta paling mengerikan dari HIV/AIDS, yakni penularan berantai dalam keluarga. ketika seorang ayah menularkan HIV kepada ibu, lalu berlanjut ke anak, maka yang hancur bukan hanya tubuh, tetapi seluruh sendi kehidupan keluarga.


“Ini bukan teori Korbannya sudah banyak ,dan itu sangat memprihatinkan. Kami pemerintah tengah berusaha bersama instansi terkait untuk menanggulangi penyebarannya agar  tidak meluas,” ujarnya.


Ia menilai masyarakat masih keliru menganggap HIV sebagai isu kelompok tertentu. Padahal, virus ini tidak mengenal batas sosial, agama, atau status ekonomi.


Johni menegaskan bahwa pendekatan lunak berupa imbauan moral tidak lagi mempan menghadapi ancaman HIV/AIDS. Ia menuntut gerakan kolektif dan terbuka dari seluruh elemen masyarakat.



Wagub NTT juga berharap awak media memberitakan berita terkait HIV  dengan sebab akibat yang di timbulkan ketika terjangkit virus HIV / Aids . 


 Edukasi publik, menurutnya, harus dilakukan secara terang, jujur, dan berkelanjutan, karena bahaya terbesar justru datang dari kasus-kasus yang belum teridentifikasi.



Dalam pernyataannya, Johni juga mengaitkan persoalan HIV/AIDS dengan tingginya angka stunting di NTT.


Ia menyebut keduanya lahir dari akar masalah yang sama: kelalaian dan egoisme orang dewasa terhadap hak anak.


"Jikalau anak-anak tumbuh sehat dan kuat, bangsa ini akan tumbuh sehat. Tapi jika. kita abai, maka kita sedang menyiapkan kehancuran secara perlahan,kita akan terus.melakukan berbagai upaya pencegahan HIV dengan bekerja  sama  berbagai instansi, biak sinoita maupun kabupaten ",ujarnya.(Novie)