![]() |
José Fernando Osório Soares (Nando Soares) sebagai Ketua Umum INTAS yang baru menerima bendera petaka dari Menteri Pertahanan Syafri Samsudin |
INDONESIA PEMBAHARUAN,KOTA KUPANG-Pengukuhan pengurus DPP Uni Timor Aswain (UNTAS) untuk masa bakti 2025–2030 menetapkan José Fernando Osório Soares (Nando Soares) sebagai Ketua Umum yang baru.
José Fernando Osório Soares resmi terpilih dalam Kongres Ke-4 (Mubes) UNTAS yang digelar di Kupang pada akhir Agustus 2025. Ia menggantikan kepemimpinan periode sebelumnya yang selama ini identik dengan figur Eurico Guterres .Fernando Soares sendiri yang merupakan politisi yang aktif di NTT dan menjabat sebagai Sekretaris DPD Partai Gerindra Provinsi NTT berkomitmen untuk setia bersama NKRi.
Dalam sambutan saat mengkukuhkan badan pengurus di Hotel Harper Kupang 22/01/2026 José Fernando Osório Soares berkomitmen untuk terus memperjuangkan hak-hak warga eks Timor Timur yang memilih tetap menjadi warga negara Indonesia serta memperkuat posisi UNTAS sebagai wadah komunikasi pejuang pro-integrasi.Pada Konghres UNTAS yang dilaksanakan pada September 2025 sebagai dasar legitimasi kepengurusan yang baru. Ia juga mengenang pertemuannya dengan Menteri Pertahanan pada 5 Januari 2025, yang meninggalkan pesan mendalam tentang makna pengabdian.
Sementara itu, Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena dalam sambutannya mengucapkan selamat kepada seluruh pengurus UNTAS yang telah dikukuhkan. Ia mengajak UNTAS untuk terus bersinergi dengan pemerintah dalam membangun NTT dan Indonesia.
“Kita membutuhkan semua pihak untuk bersama-sama membangun tanah Flobamorata, termasuk UNTAS. Pemerintah Provinsi NTT terus mendorong kemajuan bagi seluruh anak bangsa yang hidup di NTT,” ujar Gubernur.
Ia juga menekankan pentingnya kerja kolaboratif agar NTT dapat tumbuh menjadi daerah yang maju dan berkembang, seraya menyampaikan kebanggaan atas Pulau Timor yang terbagi menjadi dua negara namun tetap hidup dalam suasana damai.
“Mari kita bergerak bersama untuk NTT yang kita cintai,” ajaknya.
Dalam sambutannya, Menteri Pertahanan Syafri Samsudin menegaskan bahwa UNTAS secara resmi diakui oleh Pemerintah Republik Indonesia. Ia mengenang perjalanan panjang perjuangan bersama rekan-rekannya di Timor Timur sejak tahun 1976.
“Ini adalah pertemuan penuh kehangatan, merindu masa lampau yang menjadi kenangan sekaligus pelajaran berharga,” ungkap Menhan.
Menhan juga menyoroti keberadaan Universitas Pertahanan (UNHAN) di Kabupaten Belu yang bertujuan mendidik putra-putri dari keluarga asal Timor Timur yang memilih Indonesia, agar dapat mengenyam pendidikan tinggi dan berkontribusi bagi bangsa.
“Setiap kali bertemu dengan UNTAS, saya selalu emosional karena kita pernah bersama membanggakan Merah Putih di Timor Timur,” katanya.
Ia mengapresiasi kepemimpinan UNTAS yang kini dipegang oleh generasi muda sebagai sokoguru pembangunan bangsa. Menhan mengajak seluruh keluarga besar UNTAS untuk tidak terjebak pada masa lalu, melainkan menatap masa depan dengan semangat kebersamaan.
“Mari kita bergerak bersama, mendukung program Koperasi Merah Putih dan Makan Bergizi Gratis demi Indonesia yang lebih kuat,” tutupnya.(**Novie)
