INDONESIA PEMBAHARUAN,KOTA KUPANG - Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena, menyaksikan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara PT Bank Pembangunan Daerah Nusa Tenggara Timur (Bank NTT) dan PT AP Bali Konsultan Bisnis yang menaungi Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) Musubü, terkait Kemitraan Pembiayaan Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang berlangsung di Kantor Pusat Bank NTT, Senin (19/01/2026) .
Program pembiayaan ini menggunakan Skema Kredit Pekerja Migran, dengan plafon kredit sebesar Rp75 juta hingga Rp100 juta, masa angsuran maksimal 1 tahun, serta dilengkapi dengan perlindungan asuransi kredit sesuai ketentuan Bank NTT.
Dalam skema ini, LPK Musubu berperan aktif dalam proses rekomendasi peserta, pendampingan, serta pemantauan pembayaran kewajiban kredit guna meminimalkan risiko dan memastikan keberlanjutan program pembiayaan.
Kerja sama ini juga menjadi langkah strategis bagi PT AP Bali Konsultan Bisnis dalam memberikan kepastian pembiayaan bagi peserta didik LPK Musubu asal Provinsi NTT yang telah memenuhi persyaratan keberangkatan dan memiliki kontrak kerja di negara tujuan.
Dalam kesempatan tersebut Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka menegaskan skema pembiayaan ini merupakan KUR khusus bagi PMI, yang berbeda dari KUR pada umumnya dan diberikan secara khusus kepada Bank NTT karena dinilai sehat serta mampu menyalurkan kredit secara bertanggung jawab.
“Hari ini saya menyaksikan langsung penandatanganan kerja sama antara Bank NTT dan LPK Musubu yang memberikan solusi nyata terhadap persoalan klasik pekerja migran asal NTT, terutama soal pembiayaan. Dengan skema ini, pekerja migran yang dipersiapkan secara baik, melalui jalur resmi dan prosedural, tidak perlu lagi khawatir soal biaya,” ujar Gubernur Melki.
Ia menjelaskan bahwa Bank NTT menyediakan skema Kredit yang selama ini banyak memakan korban dari NTT.
“Banyak anak-anak NTT berasal dari keluarga tidak mampu dan akhirnya masuk jeratan rentenir dan mafia TPPO. Dengan model ini, mereka tidak perlu pusing soal biaya dan terlindungi sejak awal,” ujarnya.
Ia menjelaskan, pembayaran kredit dilakukan setelah PMI tiba di negara tujuan melalui skema pemotongan gaji dengan perhitungan yang adil dan bunga KUR yang sangat rendah. “Bunganya sangat murah. Mereka bekerja dulu, baru bayar. Ini memastikan mereka berangkat dengan persiapan matang,” terangnya.
Direktur Utama Bank NTT, Charlie Paulus, menyampaikan bahwa inisiatif pembiayaan ini sejalan dengan komitmen Bank NTT untuk menjadi bank yang benar-benar bermanfaat bagi masyarakat NTT. “Selama ini mereka dibiayai dengan bunga sangat tinggi. Sekarang Bank NTT hadir dengan bunga yang jauh lebih murah, bahkan sekitar 30 persen dari beban sebelumnya,” katanya.
Bank NTT juga akan menjajaki kerja sama dengan perbankan Jepang untuk memastikan kelancaran remitansi agar pendapatan PMI dapat langsung diterima keluarga di NTT.
CEO LPK Musubu, Isye Trombine, menegaskan komitmen perusahaannya untuk terus membangun sumber daya manusia NTT.
“Sejak 2019 kami fokus merekrut anak-anak NTT. Ini langkah sederhana, tapi dampaknya besar. Kami berkomitmen membangun LPK Musubu di Kupang, termasuk untuk rekrutmen ke Australia,” katanya
Wakil Pimpinan LPK Musubu, Yofani Maria R.R. Francis Yuki, menjelaskan bahwa Musubu membangun ekosistem lengkap mulai dari rekrutmen, pelatihan, uji kompetensi, hingga penempatan yang legal dan terjamin. “Kami sudah menempatkan 54 perawat asal NTT di berbagai rumah sakit di Jepang dan 27 lainnya menunggu penempatan. Semua proses kami jalankan sesuai aturan,” ujarnya.
Sementara itu, aktivis pekerja migran Pdt. Emy Sahertian menilai kerja sama ini sebagai harapan baru bagi perlindungan PMI asal NTT. “Ini membuka jalan agar pekerja migran kita menjadi lebih profesional, bekerja di negara yang memanusiakan mereka, dan pulang membawa kesejahteraan, bukan duka,” ujarnya.
Melalui sinergi Bank NTT dan LPK Musubu ini, diharapkan kualitas penempatan PMI asal NTT semakin meningkat, perlindungan pekerja migran semakin kuat sejak pra-keberangkatan, serta memberikan dampak positif bagi pembangunan ekonomi daerah di Nusa Tenggara Timur.
Mantan Wakil Wali Kota Darwin, Australia, Amye Un yang juga hadir pada kesempatan tersebut, menyampaikan apresiasi dan rasa bangganya terhadap program pemberdayaan pekerja migran asal Nusa Tenggara Timur (NTT) yang digagas melalui kerja sama antara LPK Musubu, Pemerintah Provinsi NTT, dan Bank NTT.
Atas nama keluarga besar masyarakat NTT yang berada di Australia, Amye Un menilai program tersebut sebagai langkah nyata dalam meningkatkan ekonomi dan kualitas hidup generasi muda NTT melalui penempatan kerja yang terencana dan profesional.
“Saya atas nama keluarga besar NTT di Australia merasa bangga. Musubu memiliki niat yang tulus untuk mengangkat adik-adik kita agar ekonomi dan kehidupan mereka berubah, dan ini sangat didukung oleh Gubernur NTT serta Direktur Utama Bank NTT,” ujarnya.
Amye Un juga mengucapkan terima kasih kepada Gubernur NTT akan membuka penerbangan Kupang-Darwin begitu juga sebaliknya
"Saya juga berterima kasih kepada Gubernur Melki karena selama 15 tahun penerbangan Kupang-Darwin (PP) di tutup. Ini di jaman Pak Gubernur Melki penerbangan Kupang- Darwin (PP) akan dibuka dan program LPK Musubu akan membantu ini tenaga kerja dari NTT bekerja di Australia, begitu juga Belanda dan Jerman meminta Tenaga kerja dari NTT," tutup Amye .(Novie)
