Tobias Kaja : Murah Mahalnya Harga Sayuran Tergantung Cuaca

Lahan sayuran  seluas  setengah hektar milik keluarga Dethan 

INDONESIA PEMBAHARUAN,KOTA KUPANG- ( Senin 15/11/2025) Di tengah kota Kupang  sekitaran  kelurahan Oebobo  terhampar  menghijau  area perkebunan  milik Keluarga Dethan  dengan luas  kurang lebih setengah  hektar  yang di kelola  oleh Mika  Tahun  dan anak - anak .

Saat  di temui media ini Mika menjelaskan bahwa dirinya sudah belasan tahun mengelola lahan milik keluarga Dethan  dengan menanam sayuran seperti kacang panjang ,sayur sawi ,bayam dan kangkung.


Mengapa dirinya lebih tertarik menanam sayuran dengan usia yang relatif cepat untuk di panen,di sebabkan    pemeliharaannya tidak membutuhkan biaya yang besar  dengan usia tanam satu bulan sudah bisa menghasilkan uang,


"Saya menanam sayur seperti kangkung ,bayam ,sawi dan  kacang panjang  yang merupakan tanaman usia cepat untuk di panen di sebabkan pemeliharaan nya tidak rumit ,dalam satu  lubang bisa di hambur dua biji  bibit sayur  sementara  untuk  pupuk kami menggunakan pupuk urea  dan untuk pemeliharaan serta perawatan sayur  di siram pagi dan sore   sambil menunggu  sayur siap di panen ketika usia sudah mencapai satu bulan , dan untuk sayur di bayam ,Kangkung dan sawi   meskipun hujan  dia tidak cepat rusak malah lebih subur lagi pertumbuhannya tetapi kita juga harus selalu merawatnya   di sebabkan banyak hama tumbuhan seperti ulat dan jika sudah selesai masa panen   kami lanjutkan dengan   menanam padi .Dalam satu  lubang bisa di hambur dua biji  bibit sayur  sementara  untuk  pupuk kami menggunakan pupuk urea  



Terkait perhatian pemerintah di sampaikan mika bahwa selama dirinya mengelola  lahan milik keluarga Dethan sudah  banyak bantuan yang terima dari dinas pertanian  berupa bibit ,obatan  dan alat semprot  hama ",ujar Mika 

Tobias Kaja  salah satu pelanggan /pembeli  sayuran yang siap di panen untuk di jual ke pasar   


Sementara di tempat yang sama salah satu pelanggan bapa mika , Tobias kaja warga  RT 36 RW 4 kelurahan Oebobo  mengungkapkan bahwa dirinya merupakan pelanggan tetap untuk membeli sayur di bapa mika untuk kemudian  di jual lagi kepasar ,


"Saya  dulunya buruh bangunan tetapi seiring nya waktu dengan kondisi kesehatan yang tidak memungkinkan , saya beralih menjadi penjual sayur di pasar  impres dan sudah berjalan selama  enam tahun menjadi pelanggan bapak Mika",tutur Tobias .



Di jelaskan Tobias bahwa  dirinya memahami bagaimana bertanam sayuran yang mudah di panen dengan tidak mengeluarkan anggaran yang besar  contohnya yang di tanam oleh keluarga Mika Tahun .Untuk jenis sayuran  seperti kangkung,sawi ,bayam dijual tergantung iklim ,jika musim panas sayur murah karena banyak yang menanam , jika kondisi musim hujan sayur di jual agak mahal di sebabkan  banyak yang tidak kelola lahan  pertanian di akibatkan cuaca dan  sayuran juga banyak yang rusak  akibat hujan . Untuk satu bedeng jika kondisi cuaca baik bisa di hargai dengan harga 200 ribu sementara kondisi hujan bisa mencapai 500 ribu per bedeng .


Sebelum menutup pembicaraan Tobias menyampaikan pesan kepada pemerintah kota Kupang khususnya Wali kota Kupang  Christian Widodo dan Wakil  Walikota Kupang Serena Francis agar lebih memperhatikan para petani dan pedagang kaki lima  yang ada di kota Kupang, karena sektor pertanian adalah sektor yang tidak pernah mati di tengah kondisi  baik covid maupun  situasi apapun .( Novie /ADV)