INDONESIA PEMBAHARUAN,KOTA KUPANG-Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Provinsi NTT bersama TPID Kota Kupang meluncurkan program SIGAP Cabai (Sinergi Pengendalian Inflasi dan Hilirisasi Cabai) sebagai upaya memperkuat ketahanan pangan sekaligus mengendalikan inflasi melalui pengembangan urban farming di lingkungan sekolah.
Program yang melibatkan SMA/SMK se-Kota Kupang ini resmi dibuka di Balai Besar Pelatihan Peternakan (BBPP) Kupang. Sebanyak 200 siswa dari 49 SMA/SMK mengikuti pelatihan budidaya cabai dengan teknik yang baik dan berkelanjutan.
Kepala Biro Perekonomian dan Administrasi Pembangunan Setda Provinsi NTT, Selfi H. Ngane, mengatakan program ini diharapkan mampu menciptakan sekolah yang produktif, inovatif, dan menjadi contoh penerapan pertanian perkotaan. Menurutnya, sekolah tidak hanya menjadi tempat belajar, tetapi juga wadah membangun kemandirian pangan dan kewirausahaan yang sejalan dengan program One School One Product (OSOP).
Usai pelatihan, setiap sekolah akan memperoleh bantuan bibit dan sarana produksi untuk membudidayakan cabai hingga masa panen. Hasil panen nantinya dimanfaatkan untuk mendukung kegiatan kewirausahaan sekolah sekaligus meningkatkan minat generasi muda terhadap sektor pertanian.
Tak hanya fokus pada budidaya, program SIGAP Cabai juga mendorong hilirisasi hasil panen menjadi produk bernilai tambah, seperti sambal, cabai bubuk, dan pasta cabai. Langkah ini diharapkan membuka peluang usaha baru bagi siswa melalui inovasi produk, pengemasan, hingga pemasaran.
Melalui sinergi tersebut, TPID NTT optimistis urban farming di sekolah dapat memperkuat pasokan pangan lokal, meningkatkan nilai ekonomi hasil pertanian, serta menjadi salah satu strategi efektif dalam menjaga stabilitas harga pangan di Kota Kupang.(***)
