
INDONESIA PEMBAHARUAN KOTA KUPANG – Universitas Nusa Cendana (Undana) mulai menjajaki transformasi sistem evaluasi kelembagaan berbasis digital. Langkah ini diawali melalui pertemuan penjajakan kerja sama bersama PT Telekomunikasi Selular (Telkomsel) guna memanfaatkan platform T-Survey dalam mengukur indeks kepuasan layanan universitas sebagai Badan Layanan Umum (BLU), bertempat di Ruang Rapat Biro Perencanaan dan Kerja Sama (BPKS) Undana, Kupang, Senin (8/6/2026).
Audiensi taktis tersebut dihadiri oleh Kepala BPKS Undana, Kepala Lembaga Pengembangan Pembelajaran dan Penjaminan Mutu (LP3M), serta jajaran manajemen Telkomsel. Pertemuan ini difokuskan untuk menyelaraskan kebutuhan instrumen evaluasi internal kampus dengan solusi berbasis data makro (big data) guna meningkatkan akurasi pengambilan kebijakan di tingkat rektorat.
Kepala BPKS Undana, Yefry C. Adoe, S.E., M.AP., menjelaskan bahwa modernisasi sistem survei ini mendesak dilakukan seiring komitmen universitas untuk memperkuat tata kelola kelembagaan yang akuntabel. Dengan jangkauan platform digital, Undana membidik partisipasi responden yang lebih luas dan masif dari seluruh civitas akademika serta pemangku kepentingan eksternal.
Pandangan tersebut diperkuat oleh Kepala LP3M Undana, Dr. Ir. Jacob M. Ratu, M.Kes. Menurutnya, parameter kepuasan publik merupakan komoditas hulu dalam sistem penjaminan mutu perguruan tinggi. Hasil pemetaan data tersebut nantinya akan dikonversi menjadi rapor performa sekaligus bahan evaluasi wajib bagi tiap unit kerja teknis, fakultas hingga program studi.
“Pengukuran kepuasan yang dilakukan secara berkala akan membantu universitas mengidentifikasi kekuatan dan area yang masih memerlukan perbaikan. Dengan demikian, setiap unit dapat merumuskan langkah tindak lanjut yang lebih tepat sasaran berdasarkan kebutuhan nyata para pengguna layanan,” urai Dr. Jacob.
Dalam sesi pemaparan teknis, perwakilan Telkomsel, Adhy Yanwar, menjelaskan bahwa platform T-Survey memiliki keunggulan dalam menyaring karakteristik responden secara spesifik. Sistem ini mampu mengklasifikasikan target survei berdasarkan persebaran lokasi geografis, profil demografis, pola mobilitas, hingga perilaku digital mahasiswa maupun dosen di lingkungan kampus.
Selain akurasi target, platform ini mendukung kemudahan distribusi melalui integrasi multi-kanal seperti SMS, WhatsApp, hingga aplikasi survei khusus. Manajemen Undana nantinya juga dapat memantau grafik perkembangan data secara langsung (real-time) melalui dasbor visualisasi yang disediakan.
“Kami berupaya menghadirkan solusi yang memudahkan institusi dalam menjangkau responden, mengelola survei, hingga memperoleh data yang dapat dimanfaatkan untuk pengambilan keputusan. Sistem ini dirancang agar proses survei menjadi lebih efektif, terukur, dan mudah dipantau,” jelas Adhy.
Urgensi dari penjajakan teknologi T-Survey ini adalah untuk menggeser metode survei konvensional Undana yang selama ini rentan terhadap bias data dan tingkat partisipasi yang rendah. Melalui penetrasi teknologi milik Telkomsel, Undana berpeluang besar memiliki basis data umpan balik (feedback) yang valid dan objektif.
Rekomendasi digital ini menjadi instrumen krusial bagi Undana dalam memetakan arah kebijakan strategis jangka panjang, sekaligus menaikkan standar pelayanan publik demi mempertahankan reputasi sebagai PTN rujukan utama di kawasan Indonesia Timur. (**)