Ketergantungan IA,Pasca Serjana Administrasi Publik Undana Gemleng Mahasiswa Tembus Jurnal Dunia




INDONESIA PEMBAHARUAN,KOTA KUPANG- Pusat Transformasi Demokrasi dan Tata Kelola Publik (Centre of Transformative Democracy and Public Governance/CTDPG) Laboratorium Administrasi Publik, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Nusa Cendana (Undana) menggelar Scientific Writing Camp for Graduate Students. Pelatihan intensif ini berlangsung selama dua hari, 8–9 Juni 2026, bertempat di Hotel Kristal Kupang.

Agenda strategis tersebut dirancang khusus untuk mendongkrak literasi penelaahan pustaka (review) mahasiswa pascasarjana, baik program Magister (S2) maupun Doktor (S3) Ilmu Administrasi. Fokus utamanya adalah mengonversi gagasan riset lokal menjadi artikel ilmiah berkualitas yang mampu menembus jurnal bereputasi tinggi, baik di tingkat nasional maupun internasional.

Koordinator Program Studi S2 Ilmu Administrasi FISIP Undana, Dr. I Putu Yoga B. Pradana, S.Sos., M.Si., menjelaskan bahwa lokakarya ini merupakan respons konkret atas hambatan yang kerap dialami mahasiswa semester awal dalam menyusun tinjauan pustaka (literature review). Selain itu, kegiatan ini bertujuan mengoptimalkan pemanfaatan pangkalan data jurnal internasional seperti Elsevier dan Science Direct yang telah dilanggan resmi oleh Undana.

Pengalaman kami menunjukkan sebagian besar mahasiswa baru masih kesulitan melakukan literature review dan mengakses jurnal langganan universitas. Melalui pelatihan maraton delapan jam per hari ini, kami memberikan pembekalan taktis sekaligus praktik langsung di tempat,” ujar Dr. Yoga.


Di tengah masifnya penetrasi kecerdasan buatan (AI) saat ini, tim dosen dan pengelola laboratorium mengeluarkan alarm pengingat. Undana menekankan pentingnya mengembalikan tradisi membaca artikel ilmiah secara utuh (real article). Ketergantungan berlebih (over-reliance) pada teknologi AI dikhawatirkan dapat mengikis kemampuan kognitif mahasiswa dalam membangun kerangka berpikir secara mendalam.

Guna membekali 47 mahasiswa pascasarjana yang menjadi peserta, panitia menghadirkan lima narasumber dan fasilitator ahli dari rumpun Ilmu Administrasi Undana. Selain Dr. Putu Yoga, materi bertajuk Metode Systematic Literature Review (SLR) untuk tesis dan disertasi dibedah bersama Dr. Laurensius P. Sayrani, S.Sos., M.PA. (Koordinator Prodi S3 Ilmu Administrasi).

Tiga dosen muda juga diterjunkan untuk melatih pengoperasian aplikasi pendukung riset modern. Nuraini K. Andriyani, S.AP., M.AP., mengasuh praktik aplikasi NVIVO untuk analisis data kualitatif; Dr. Syukur M. A. Djaha, S.Sos., M.AP., mengulas aplikasi VOSviewer untuk analisis bibliometrik dan pemetaan tren riset; serta Alfandy E. Manuain, S.Sos., M.AP., memimpin lokakarya penggunaan Mendeley sebagai manajemen referensi standar internasional.

PIC Kegiatan, Delila Anggelina Nahak Seran, S.Sos., M.AP., menambahkan bahwa pada hari kedua, peserta langsung ditantang melakukan penyaringan (screening) ribuan jurnal dari basis data dunia untuk kemudian dipresentasikan secara terbuka.

Manfaat metode penapisan ini diakui langsung oleh Imelda Mainer Sari Bukit, M.Si., mahasiswa S3 Administrasi Undana yang juga berprofesi sebagai dosen di Universitas Dapaz, Timor Leste. “Materi ini sangat mendalam (advance). Kami seperti diajarkan ‘rahasia dapur’ untuk menyaring jutaan jurnal lewat metode SLR agar sesuai dengan keahlian kita, lalu mengonversinya menjadi bagian dari percakapan para ahli internasional,” ungkap Imelda.

Urgensi dari penyelenggaraan Scientific Writing Camp ini adalah mempercepat masa studi mahasiswa pascasarjana sekaligus mendongkrak produktivitas publikasi ilmiah Undana di panggung global. Melalui metode SLR, mahasiswa dituntut mampu melahirkan draf artikel ilmiah sejak dini tanpa harus menunggu seluruh penelitian lapangan selesai.

Langkah taktis dan berkelanjutan ini menjadi bagian dari implementasi peta jalan (roadmap) pengelolaan prodi di Undana. Target besarnya adalah membekali lulusan dengan portofolio akademik yang kuat, sekaligus menjadi instrumen krusial untuk mengantarkan program studi meraih predikat Akreditasi Unggul dalam dua tahun ke depan. (**)