Kolaborasi CRS dan Pemkot Kupang,Warning Sistim dan Komplain Handling Fokus Utama Atasi Perubahan Iklim

Kepala Bappeda Kota Kupang, Wildrian Ronald  Otta,


INDONESIA PEMBAHARUAN,KOTA KUPANG-Kepala Bappeda Kota Kupang, Wildrian Ronald  Otta, secara resmi menutup kegiatan Lokakarya Rencana Kerja Tahunan Program CAPACities Climate Action Partnership in Asian Cities Tahun 2026 di Hotel Neo Aston Kupang,Kamis (21/5/2026) yang di selenggarakan  Catholic Relief Services(CRS).



Wildrian Otta menyampaikan bahwa lokakarya ini menjadi momen penting untuk menyatukan visi, menyelaraskan program, serta memastikan setiap rencana pembangunan yang disusun benar-benar untuk  menjawab kebutuhan masyarakat dan tantangan perubahan iklim yang dihadapi Kota Kupang. 



Disampaikan wildrian Otta  bahwa  perubahan iklim  yang terjadi akan menimbulkan  dampak bagi masyarakat  seperti ketersediaan  air bersih dan permasalahan  sampah serta  bencana seperti  Seroja.


Hal itu terjadi karena perubahan market siklon yang ada di laut,sehingga pemerintah kota Kupang  sudah sepakat untuk melakukan  beberapa langkah cepat dalam menangani bencana agar tidak berdampak bagi warga kota Kupang .


"  Early warning system yang di gunakan untuk daerah pesisir jadi kalau air mulai naik masyarakat sudah mendapat peringatan atau  informasi agar terhindar dari bencana   khususnya bagi  masyarakat nelayan dan juga  terkait komplain handling, bagaimana pemerintah kota menjawab secara cepat  setiap laporan Warga,"jelas Wildrian Otta .



Di terangkan kepala Bapeda kota Kupang dalam  menyikapi  hal ini pemerintah kota Kupang akan melakukan pembenahan secara tepat dan tersistim terutama dalam hal  pembentukan SDM .   Bagaimana mengelaborasikan  antara sistem dan  teknologi  dalam  mengelola  SDM sehingga penyelesaian masalah dengan sempurna dapat  terselesaikan



Di tambahkannya lagi bahwa penyusunan CRS ini bukan sekadar dokumen administrasi, melainkan komitmen bersama untuk membangun Kota Kupang yang lebih baik, maju, dan sejahtera. Seluruh hasil rumusan dalam lokakarya ini harus segera ditindaklanjuti dan diintegrasikan ke dalam dokumen perencanaan dan penganggaran tahunan, agar apa yang telah direncanakan dapat terwujud secara nyata di tengah masyarakat.


Ia juga mengapresiasi partisipasi aktif dari seluruh peserta yang terdiri dari perwakilan perangkat daerah, pakar perencanaan pembangunan, serta unsur masyarakat yang telah berkontribusi memberikan masukan dan pemikiran konstruktif selama kegiatan berlangsung. Andrian berharap, kolaborasi yang terjalin dalam lokakarya ini terus dijaga hingga tahap pelaksanaan, pengendalian, dan evaluasi pembangunan.


"Dengan ditutupnya lokakarya ini, seluruh dokumen hasil rumusan telah diserahkan secara resmi untuk segera diproses dan ditetapkan menjadi pedoman resmi perencanaan pembangunan kota Kupang,"tutup Adrian.(Novie)