Gebyar Budaya Gereja Shalom ,Wujudkan Persekutuan Etnis dalam kebersamaan

Timpel Naikoten Gereja Shalom kupang gelar Gebyar Budaya 2026  dan aneka lomba 

 INDONESIA PEMBAHARUAN,KOTA KUPANG,Jumat 29/05/26 -Timpel (Tim Pelayanan) Gereja Shalom     menyelenggarakan acara "Gebyar Budaya" dengan nuansa etnik yang kental dan penuh khidmat. Kegiatan yang bertepatan dengan momentum Bulan Bahasa dan Budaya GMIT ini mengusung tema besar untuk mensyukuri keberagaman suku dan kearifan lokal sebagai anugerah indah dari Tuhan yang mempersatukan umat 


Gebyar Budaya yang di prakarsai oleh lingkungan Naikoten sebagai Tim Pelayanan(Timpel ) dengan melibatkan  10 lingkungan menggelar berbagai kegiatan seperti lomba CCA,Tarian Tradisional yang,Lomba makan mie  dan pangan lokal serta pameran kain tenunan dan aksesoris dari berbagai etnik di NTT yang  berlangsung  dari tanggal 29 hingga 31 mei 2026 . 



Dalam kesempatan itu Ketua Panitia Tim pelayanan(Timpel ) Rechie richard  menyampaikan bahwa Timpel lingkungan Naikoten yang di tunjuk pihak gereja menjadi panitia sejak kegiatan perayaan  Paskah hingga   Bulan Budaya  merupakan anugerah yang tidak bisa di ucapkan. Kami di beri kepercayaan menjadi panitia Paskah dan Bulan Budaya  2026  tidaklah  mudah,tetapi berkat dukungan dan kerja sama  dari 10 lingkungan yang ada di jemaat shalom Kupang  kegiatan ini bisa  berlangsung  dengan lancar  dan sukses,"tutur Rechie .



Di lanjutkan ketua  Timpel  bahwa adanya para pelaku  UMKM dan jajanan lokal yang turut  berpartisipasi dalam Gebyar Budaya, kami sebagai Timpel berharap agar kegiatan seperti ini terus di galakkan  guna   memajukan ekonomi masyarakat  khususnya jemaat yang ada dalam 11 lingkungan Gereja shalom. 


Sementara di tempat yang sama Pendeta pendamping Timpel Yosep  Asbanu mengungkapkan bahwa kegiatan Gebyar Budaya yang diselenggarakan di jemaat Shalom khususnya oleh  Timpel Naikoten  merupakan langkah awal  untuk   memberdayakan potensi jemaat  dalam  meningkatkan ekonomi   serta menumbuhkan rasa percaya diri dengan  menampilkan karya karya luar biasa dari pangan lokal hingga kain tenunan dan aksesoris  yang indah  dari berbagai etnik di NTT .


"Sebagai Timpel mereka  bekerja tidak sendiri tetapi kerja kolaborasi  dengan  10 lingkungan, harapan kami  dengan  kegiatan seperti ini ada banyak nilai tambah yang kita peroleh yaitu  kebersamaan antar etnis  meskipun masing-masing lingkungan berusaha untuk menampilkan yang terbaik guna memperoleh kemenangan,tetapi persekutuan yang indah dalam persaudaraan  tetap menjadi tujuan utama dalam  Gebyar Budaya.kami pihak gereja juga berharap kedepannya bisa menghadirkan pihak Pemerintah agar bisa menjadi jembatan ekonomi   dalam  setiap kreasi dan karya dari jemaat ",ujar Pendeta Yosep.  


Sementara untuk para Timpel Pdt Yosep memberi apresiasi  atas kerja tim yang solid 

" Bukan soal mengumpulkan uang yang banyak atau dana yang cukup tapi kekuatan Timpel itu ada pada persekutuan dan kebersamaan,mereka saling mendengar dan  bekerja sama   melakukan tugas mereka dalam mensukseskan Perayaan Paskah dan Bulan Budaya,"tutup Pdt Yosep.(Novie)