Lonching Buku Asa Dan Rasa Cerminan Kepemimpinan Melki Joni dalam Setahun


INDONESIA PEMBAHARUAN,KOTA KUPANG -  Asa dan Rasa: Refleksi Setahun Ayo Bangun NTT merupakan sebuah judul buku reflektif yang diterbitkan oleh Kanisius Media dan didukung editor  Dr Rudi Rohi. Buku ini berfungsi sebagai instrumen untuk meninjau kembali  perjalanan janji dan harapan politik yang mulai bertransformasi menjadi kenyataan dalam satu tahun kepemimpinan  Melky- Joni di Nusa Tenggara Timur (NTT). 



Beberapa  poin utama terkait konteks refleksi satu tahun gerakan "Ayo Bangun NTTVisi Pembangunan: Gerakan ini mengusung visi Ayo Bangun NTT untuk mewujudkan NTT yang Maju, Sehat, Cerdas, Sejahtera, dan Berkelanjutan.


Fokus Kepemimpinan: Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena, menekankan transformasi pembangunan berkelanjutan dan penguatan ekonomi kerakyatan melalui program-program yang langsung menyentuh masyarakat.


Program Unggulan:

7 Pilar Ayo Bangun NTT: Kerangka kerja utama pembangunan daerah.

10 Dasa Cita: Program strategis yang menjadi tumpuan harapan masyarakat untuk kemajuan NTT.


Pemberdayaan Ekonomi: Salah satu aksi nyata adalah peluncuran produk lokal seperti Se'i Kiki Kaka sebagai bagian dari penguatan UMKM berbasis potensi desa.


Metode Kerja: 

Refleksi ini juga mencakup komitmen kepemimpinan untuk lebih banyak terjun ke lapangan guna memastikan program berjalan efektif dan mendengar langsung aspirasi masyarakat. 


Buku ini hadir sebagai catatan perjalanan, refleksi, sekaligus pertanggungjawaban moral Gubernur dan Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur, kepada seluruh masyarakat NTT.


Dalam sambutan  Wakil Gubernur Joni Asadoma   di  Aula Eltari  pada Kamis 9 April 26  menyampaikan  Satu tahun memang belum cukup untuk mengubah segalanya, tetapi sebagai langkah awal untuk meletakkan fondasi, menegaskan arah, dan memperkuat komitmen: bahwa pembangunan NTT harus ber-tumbuh bersama, berjalan merata, dan dirancang secara inklusif,dengan masyarakat NTT-dalam seluruh martabat dan keberagamannya menjadi episentrumnya",ujar Joni .


Ditambahkannya lagi "Sejak awal amanah ini kami terima, kami menyadari bahwa me-mimpin NTT bukan semata soal mengelola birokrasi dan wilayah administratif, melainkan juga merawat keberagaman dan menghadirkan keadilan dalam kehidupan. NTT adalah daerah yang kaya akan sumber daya alam, budaya, bahasa, iman, dan nilai-nilai kearifan lokal dengan disertai berbagai tantangan pembangun dan  melalui satu tahun perjalanan kepemimpinan di Provinsi Nusa Tenggara Timur dalam semangat pengabdian dan harapan yang terus bertumbuh.Buku ini hadir sebagai catatan perjalanan, refleksi, sekaligus pertanggungjawaban moral kami, Gubernur dan Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur, kepada seluruh masyarakat NTT. Satu tahun memang belum cukup untuk mengubah segalanya, tetapi sebagai langkah awal untuk meletakkan fondasi, menegaskan arah, dan memperkuat komitmen: bahwa pembangunan NTT harus bertumbuh bersama, berjalan merata, dan dirancang secara inklusif dengan masyarakat NTT-dalam seluruh martabat dan keberagamannya-menjadi episentrumnya. Sejak awal amanah ini kami terima, kami menyadari bahwa me-mimpin NTT bukan semata soal mengelola birokrasi dan wilayah administratif, melainkan juga merawat keberagaman dan menghadirkan keadilan dalam kehidupan. NTT adalah daerah yang kaya akan sumber daya alam, budaya, bahasa, iman, dan nilai-nilai kearifan lokal dengan disertai berbagai tantangan pembangunan ",ujar Wagub.

Sementara ketua DPRD Provinsi   NTT Emilia Nomleni sebagai penanggap mengkritisi  masalah perempuan  dalam satu tahun  kepemimpinan  belum sepenuhnya  terasa dan   dinikmati .


"Perempuan merupakan figur penting dalam pembangunan dan hal itu belum sepenuhnya   di nikmati oleh kaum perempuan.perempuan dalam perspektif pembangunan sangat  di  perlukan dalam kiprah membangun NTT seperti visi misi Melki - Joni  ",kata ketua DPRD Provinsi NTT Emi Nomleni .(Novie )