Arisan PSMTI Bukan Ajang Berkumpul, Tetapi Ruang Lahirnya Ide dan Gagasan Membangun Kota Kupang

 


INDONESIA PEMBAHARUAN,KOTA KUPANG - Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) Kota Kupang menggelar arisan perdana, Sabtu (28/3). Arisan yang bertempat di Hotel Harper Kupang itu berlangsung hangat dan penuh kekeluargaan, sekaligus menjadi momentum mempererat persaudaraan serta memperkuat peran komunitas dalam pembangunan daerah. Hadir dalam acara tersebut sesepuh PSMTI seperti Anggota DPD RI, Abraham Paul Liyanto dan Alain Niti Susanto. 


Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, yang hadir langsung dalam acara tersebut menegaskan komitmennya untuk tetap dekat dengan seluruh elemen masyarakat. Ia mengaku secara khusus meluangkan waktu untuk hadir sebagai bentuk cinta dan dukungan kepada PSMTI.


“Atas nama Pemerintah Kota Kupang, saya menyampaikan terima kasih dan apresiasi yang tinggi kepada PSMTI. Komunitas ini telah banyak berkontribusi, baik melalui ide, gagasan, maupun peran nyata dalam menggerakkan ekonomi, sosial, dan budaya di Kota Kupang,” ujarnya.


Menurutnya, keberadaan PSMTI yang didominasi oleh pelaku usaha telah memberikan dampak signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi daerah. Ia juga mengapresiasi berbagai inisiatif sosial yang telah dilakukan, termasuk program tanggap bencana yang dinilai sangat relevan dengan kebutuhan masyarakat.


Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota menyampaikan filosofi yang menggugah tentang peran komunitas dalam kehidupan sosial. Ia mengibaratkan organisasi sebagai kapal yang tidak diciptakan untuk berdiam di dermaga, tetapi untuk berlayar menghadapi gelombang. 


“Kapal itu indah saat di dermaga, tapi fungsinya bukan untuk diam. Kapal dibuat untuk berlayar, menghadapi ombak dan gelombang. Begitu juga organisasi, harus hadir dan berdampak nyata bagi lingkungan,” tegasnya.


Ia berharap arisan PSMTI tidak sekadar menjadi ajang berkumpul, tetapi menjadi ruang lahirnya ide dan gagasan untuk bersama-sama membangun Kota Kupang.


Lebih lanjut, Wali Kota juga mengajak PSMTI untuk terlibat aktif dalam berbagai agenda kota, termasuk rencana karnaval budaya dalam rangka Hari Ulang Tahun Kota Kupang. Ia mendorong partisipasi komunitas Tionghoa untuk menampilkan kekayaan budaya sebagai bagian dari mozaik keberagaman kota.


“Kalau kita mau berjalan cepat, kita bisa sendiri. Tapi kalau mau berjalan jauh, kita harus berjalan bersama. Saya tidak bisa membangun kota ini sendirian, saya butuh dukungan semua pihak,” ungkapnya.


Di akhir sambutannya, ia menekankan pentingnya menjaga harmoni dalam keberagaman. Menurutnya, harmoni bukan berarti keseragaman, melainkan keseimbangan dalam perbedaan. “Harmoni itu bukan sama, tapi seimbang. Seperti nada dalam lagu atau warna dalam lukisan, berbeda-beda tetapi menghasilkan keindahan,” tuturnya.


Sementara itu, Ketua PSMTI Kota Kupang, Dedy Tanjung, menyampaikan bahwa arisan perdana ini merupakan langkah awal untuk membangun kebersamaan yang lebih kuat di antara anggota. “Ini bukan sekadar pertemuan rutin, tetapi wadah untuk mempererat persaudaraan, saling mengenal, dan membangun komunitas yang solid,” ujarnya.


Ia mengungkapkan, dalam waktu singkat PSMTI Kota Kupang telah berhasil menghimpun sekitar 200 anggota. Ke depan, pihaknya akan fokus pada berbagai program, termasuk di bidang pendidikan serta aksi cepat tanggap terhadap bencana dan persoalan sosial di masyarakat.


Dedy juga menegaskan komitmen PSMTI untuk berkolaborasi dengan pemerintah dalam mendukung pembangunan Kota Kupang. Melalui arisan perdana ini, PSMTI Kota Kupang tidak hanya meneguhkan diri sebagai wadah kebersamaan, tetapi juga sebagai kekuatan sosial yang siap berkontribusi nyata bagi kemajuan kota.(*)