INDONESIA PEMBAHARUAN,KOTA KUPANG- Dalam kunjungannya di GMIT Horeb Perumnas dan Masjid Al-Ikhlas Bonipoi Kota Kupang pada Senin, 23 Pebruari 2026,Dirjen Politik dan Pemerintahan Umum Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia, Prof. Akmal Malik dan Walikota Kupang Christian Widodo melakukan penanaman tanaman produktifdi halaman Gereja Gmit Horeb Kupang senin 23/02/2026.
Dalam kesempatan itu Akmal Malik menghimbau agar seluruh rumah ibadah di Kota Kupang guna menyukseskan Ketahanan Pangan dan program MBG Presiden Prabowo untuk turut berperan melakukan penanaman tanaman produktif.
Dirjen Politik dan Pemerintahan Umum Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia, Prof. Akmal Malik, menantang Wali Kota Kupang untuk menggelar lomba ketahanan pangan di setiap rumah ibadah se-Kota Kupang dengan menanam tanaman produktif .
Setelah melakukan penanaman di Gmit Horeb perumnas Dirjen Politik dan Pemerintahan Umum Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia, Prof. Akmal Malik dan Walikota Kupang Christian Widodo melanjutkan kunjungan ke Mesjid Al - Ikhlas Bonipoi.
Dirjen Akmal Malik menyampaikan bahwa peran dan kolaborasi antara umat beragama di kota Kupang menjadi contoh baik bagi daerah lain.
“Setelah rumah ibadah, kita akan menyasar sekolah- sekolah yang ada di kota Kupang. Dengan program MBG tentunya banyak membutuhkan berbagai bahan untuk menyuplai kebutuhan SPPG,sehingga dengan hasil yang di dapat dari tanam tanaman produktif bisa meningkatkan ekonomi dalam skala rumah tangga ,"kata Akmal Malik.
Sementara itu di tempat yang sama Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo menyampaikan apresiasi dan menjawab tantangan Dirjen Politik dan Pemerintahan Umum Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia, Prof. Akmal Malik.
“Banyak masukan yang di sampaikan Dirjen di sertai berbagai program bagus yang bisa kita lakukan untuk kota Kupang dalam menjaga dan meningkatkan ketahanan pangan. Rumah ibadah bukan hanya menjadi tempat beribadah tetapi bisa juga mengambil peran dalam menjaga ketahanan pangan dan meningkatkan perekonomian umatnya dengan menanam tanaman produktif ,”tutur Walikota .
“Rumah ibadah bukan saja tempat berdoa, tetapi bisa menjadi pusat di mana kita saling memberdayakan, saling menguatkan. Bahkan gereja dan masjid bisa menjadi tempat untuk mewujudkan ketahanan pangan dan merawat lingkungan seperti kegiatan menanam yang baru saja kita lakukan,” ujar Christian Widodo.
Ia menilai, keterlibatan gereja dan masjid dalam kegiatan penanaman pohon dan tanaman pangan menjadi sesuatu yang spesial, karena menunjukkan komitmen nyata dalam menjaga lingkungan sekaligus mendukung ketersediaan pangan di tengah berbagai tantangan.
" kerja sama harmonis yang terjalin antara gereja, masjid, pemerintah, LSM, komunitas, partai politik, dan organisasi kemasyarakatan di Kota Kupang menjadi kekuatan utama dalam membangun daerah",tutup Walikota Kupang.(Novie )
