INDONESIA PEMBAHARUAN,KOTA KUPANG- Satu tahun masa jabatan Gubernur NTT Melki Laka Lena dan Wakil Gubernur Johni Asadoma (paket Melki-Johni) menunjukkan hasil yang positif. Tepat pada 20 Februari 2026, duet kepemimpinan ini menyampaikan pidato satu tahun masa jabatan mereka saat diskusi publik Jumat 20 /02/2026 di Aula Eltari kantor Gubernur NTT.
Di sampaikan bahwa tingkat Kepuasan Publik Tinggi Berdasarkan hasil survei dari Voxpol Center Research & Consulting, tingkat kepuasan masyarakat NTT terhadap kinerja mereka mencapai 80,5%. Angka ini dinilai sangat positif untuk masa satu tahun kepemimpinan.
Menanggapi hasil yang di sampaikan Direktur Eksekutif Voxpol Center Research & Consulting, Pangi Syarwi Chaniago, dalam diskusi publik di Aula Utama El Tari Kupang, Jumat (20/2/2026) Gubernur NTT memberi apresiasi yang tinggi atas kepercayaan masyarakat dalam memimpin satu tahun bersama wakil Gubernur NTT Joni Asadoma.
“Dari data yang ada, sebenarnya bukan soal satu tahun cepat atau lama. Ini adalah spirit bagaimana Melki Joni dalam 4 tahun kedepan membangun NTT menjadi lebih baik dari yang sekarang dengan berbagai program yang belum sepenuhnya berjalan ,” ujar Pangi dalam pemaparannya.
Sementara Gubernur NTT menanggapi hasil survei menyampaikan kan bahwa
"Berdasarkan survei kepuasan masyarakat dan data makro pembangunan yang dipaparkan bersumber dari Badan Pusat Statistik (BPS,) penggunaan data resmi menjadi fondasi penting agar kebijakan tidak lahir dari asumsi, melainkan dari realitas yang terukur"ujar Gubernur
Ditambahkan lagi bahwa hasil survei BPS bukan merupakan tolak ukur bentuk keberhasilan melainkan spirit untuk maju membenahi dan meningkatkan pelayanan kepada masyarakat untuk NTT sejahtera
"Kami Melki- Joni akan bekerja keras untuk 4 tahun kedepan dengan selalu turun kelapangan melihat lebih dekat apa yang di butuhkan masyarakat untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi keluarga,dan saya berharap agar semua asn juga turut bekerja jangan hanya ada di belakang kursi ",tegas Melki .
Sementara Laurensius Petrus Saylani menyoroti pentingnya pendalaman data agar hasil survei semakin komprehensif.Menurutnya, isu jalan memang menjadi keluhan dominan masyarakat. Namun, ia mengingatkan agar survei juga menggali lebih dalam konteks sosial dan karakteristik responden.
Ia menambahkan, aspek latar belakang etnis, sosial, dan persepsi masyarakat di berbagai wilayah juga penting dianalisis untuk mendapatkan gambaran yang lebih utuh.
“Jalan memang jadi suara yang paling keras. Tetapi kita juga perlu memastikan suara-suara lain tidak hilang dalam percakapan publik. Supaya kebijakan yang diambil benar-benar berkualitas dan tepat sasaran,” ujarnya.
Dengan begitu, pemerintah dapat memahami secara lebih detail bagaimana masyarakat di tiap daerah memandang kepemimpinan dan kebijakan yang dijalankan.
“Karakteristik responden perlu dibaca lebih dalam, agar kita tahu apa yang sesungguhnya mereka tanggung dan rasakan,” ujarnya
“Pertumbuhan 5 persen lebih itu baik. Tapi apakah nelayan di pesisir dan petani di pedalaman sudah merasakan peningkatan pendapatan yang signifikan?” tanyanya.
bahwa hasil survei harus berdasarkan realialita di lapangan dan menyeluruh serta menyentuh kalangan bawah Kupang menyoroti bahwa angka makro sering kali tidak menggambarkan kesenjangan riil di lapangan.
“Pertumbuhan 5 persen lebih itu baik. Tapi apakah nelayan di pesisir dan petani di pedalaman sudah merasakan peningkatan pendapatan yang signifikan?” tanyanya.
Menanggapi hal itu, Melki mengakui bahwa pertumbuhan agregat belum otomatis menghadirkan pemerataan.
“Benar. Karena itu, arah kebijakan kami bukan hanya mengejar angka pertumbuhan, tetapi memastikan pertumbuhan itu inklusif. Ekonomi rakyat harus menjadi pusat,” jelas Gubernur .(Novie)
