INDONESIA PEMBAHARUAN KOTA KUPANG –(30 Juni 2026) Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang mengukuhkan sebanyak 1.421 lulusan pada Wisuda Periode II Tahun 2026 yang berlangsung di Kupang, Selasa (30/6). Prosesi wisuda dilaksanakan dalam dua sesi sebagai upaya menjaga kelancaran dan kekhidmatan acara.
Acara wisuda dihadiri Gubernur Nusa Tenggara Timur, Emanuel Melkiades Laka Lena, jajaran pimpinan Undana, senat universitas, para dosen, orang tua, serta ribuan wisudawan dan wisudawati.
Dalam sambutannya, Gubernur menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh lulusan dan mengingatkan bahwa gelar akademik bukan sekadar simbol keberhasilan, tetapi merupakan amanah intelektual yang harus diwujudkan melalui pengabdian kepada masyarakat, bangsa, dan daerah.
Gubernur juga memberikan perhatian khusus terhadap perkembangan Artificial Intelligence (AI) yang kini semakin memengaruhi berbagai aspek kehidupan. Menurutnya, AI merupakan teknologi yang mampu membantu penelitian, mempercepat analisis data, meningkatkan pelayanan publik, mendukung sektor kesehatan, pendidikan, pertanian, hingga membuka peluang usaha baru. Namun, ia menegaskan bahwa AI tidak akan pernah menggantikan nilai-nilai kemanusiaan.
"AI adalah alat yang luar biasa. Namun sehebat apa pun AI, ia tidak akan pernah menggantikan integritas, empati, kebijaksanaan, dan nilai-nilai kemanusiaan. Karena itu, gunakan AI secara bijaksana, bertanggung jawab, dan beretika," tegas Gubernur.
Ia juga mengajak para lulusan Undana untuk menjadi motor penggerak pembangunan di NTT melalui inovasi, riset, kewirausahaan, serta pemanfaatan teknologi yang berpihak pada kesejahteraan masyarakat.
Sementara itu, , Rektor Undana, Jefri Bale mengingatkan bahwa AI hanyalah akal imitasi. Kemudahan akses yang dihasilkan dari AI dapat menghilangkan kemampuan untuk berfikir kritis bagi mahasiswa.
"Kemudahan yang ditawarkan AI dapat membuat generasi muda kehilangan kemampuan berpikir kritis. Karena itu, melalui Pemerintah Provinsi NTT, AI mendukung pencanangan Siber Sehat NTT sebagai upaya menghadapi ancaman degradasi mental akibat penggunaan teknologi secara instan," kata Jefri.
Ia juga berpesan, para lulusan bisa menggunakan akal imitasi atau AI, sebagai alat bantu. "Gunakan akal imitasi hanya sebagai alat bantu, tetapi akal sehat sebagai penggerak utama membangun bumi Flobamorata," ungkap Jefri.
Dirinya menambahkan bahwa wisuda bukan sekadar seremoni akademik, melainkan awal perjalanan para lulusan untuk mengimplementasikan ilmu pengetahuan dan kompetensi yang diperoleh selama menempuh pendidikan di perguruan tinggi. Kampus berharap seluruh alumni mampu bersaing di dunia kerja sekaligus memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah dan bangsa.
Dengan dikukuhkannya 1.421 lulusan pada periode ini, Undana kembali menegaskan komitmennya dalam mencetak sumber daya manusia yang unggul, berintegritas, adaptif terhadap perkembangan teknologi, serta tetap menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan di era transformasi digital.(**)
