INDONESIA PEMBAHARUAN,kOTA KUPANG- Universitas Nusa Cendana (Undana) menetapkan target ambisius untuk menembus jajaran 17 persen universitas terbaik di tingkat global pada tahun 2030. Strategi besar ini dituangkan dalam sosialisasi Rencana Strategis (Renstra) 2026-2030 yang menjadi agenda utama hari ketiga Rapat Tinjauan Manajemen (RTM) di Hotel Harper, Kupang, Jumat (28/8).
Rektor Undana, Prof. Dr. Ir. Jefri S. Bale, S.T., M.Eng., menegaskan bahwa pencapaian visi World Class-Locally Relevant tersebut sangat bergantung pada performa unit terkecil di universitas, yakni program studi (prodi). Ia menyebut para Koordinator Program Studi (KPS), Gugus Kendali Mutu (GKM), dan Gugus Penjaminan Mutu (GPM) sebagai ujung tombak transformasi institusi.


Reformasi Kelembagaan dan Pembelajaran Berbasis Capaian
Ketua Tim Penyusun Renstra, Dominirsep O. Dodo, S.KM., M.P.H., menjabarkan bahwa masa transisi 2026-2030 akan bertumpu pada empat pilar utama: kelembagaan, pendidikan, pembelajaran, serta kolaborasi. Salah satu fokus revolusioner yang diusung adalah penerapan sistem pembelajaran Outcome Based Education (OBE) secara menyeluruh, mulai dari kurikulum hingga sistem asesmen yang terintegrasi.
“Kita tidak hanya bicara soal kecanggihan sistem, tetapi juga kesehatan struktur. Reformasi Struktur Organisasi dan Tata Kerja (SOTK) harus dilakukan agar relevan dengan kebutuhan pendanaan. Tanpa dukungan fiskal yang kuat, target performa global akan sulit dicapai,” ujar Dominirsep di hadapan para peserta RTM.

Transparansi Anggaran dan Keunggulan Lokal
Selain aspek akademik, Rektor Prof. Jefri Bale memberikan instruksi khusus mengenai tata kelola keuangan yang bersih. Ia meminta setiap program studi membuka keran transparansi anggaran, terutama yang berkaitan dengan kegiatan mahasiswa. Hal ini bertujuan agar seluruh fasilitas dan hak mahasiswa dapat terpenuhi secara maksimal dan bertanggung jawab.
Meskipun mengejar rekognisi internasional, Undana berkomitmen tetap berpijak pada identitas lokal. Penguatan riset lahan kering yang menjadi ciri khas Undana akan terus ditingkatkan sebagai keunggulan kompetitif di kancah global.






Sinergi dan Kesamaan Persepsi
Kegiatan sosialisasi ini memicu diskusi dinamis di antara para pengelola mutu prodi. Mereka secara aktif melakukan sinkronisasi antara kebijakan universitas dengan realitas teknis di lapangan guna memastikan target Indikator Kinerja Utama (IKU) dapat dieksekusi secara efektif.
Melalui sinkronisasi Renstra 2026-2030 ini, Undana berupaya menyamakan persepsi seluruh sivitas akademika untuk mengawal transformasi universitas. Langkah ini mempertegas posisi Undana sebagai institusi yang tidak hanya unggul secara administratif, tetapi juga memiliki dampak nyata melalui kualitas layanan pendidikan yang bermutu tinggi. (Novie)
